Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 12 - Surat Al-Ḥajj (Haji)
الحجّ
Ayat 12 / 78 •  Surat 22 / 114 •  Halaman 333 •  Quarter Hizb 34 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Madaniyah

يَدْعُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَضُرُّهٗ وَمَا لَا يَنْفَعُهٗۗ ذٰلِكَ هُوَ الضَّلٰلُ الْبَعِيْدُ ۚ

Yad‘ū min dūnillāhi mā lā yaḍurruhū wa mā lā yanfa‘uh(ū), żālika huwaḍ-ḍalālul-ba‘īd(u).

Dia menyeru sesuatu selain Allah yang tidak dapat mendatangkan mudarat dan tidak (pula) memberikan manfaat kepadanya. Itulah kesesatan yang jauh.

Makna Surat Al-Hajj Ayat 12
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dia, orang-orang yang murtad kembali menyeru kepada selain Allah, baik benda, manusia, roh leluhur, jin maupun setan, yang semuanya merupakan sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana, baik bagi dirinya maupun lingkungan sosialnya, dan tidak pula semua yang disembah itu memberi manfaat kepadanya. Mengambil kekufuran dan melepaskan iman dengan murtadi tulah kesesatan yang jauh dari kebenaran.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menjelaskan bentuk kerugian yang besar yang akan mereka alami, yaitu mereka menyembah tuhan-tuhan selain Allah atau mereka mengakui adanya kekuatan gaib selain Allah lalu mereka sembah, atau mereka menganggap bahwa ada mahluk yang dapat dijadikan perantara untuk menyampaikan sesuatu permohonan atau doa kepada Allah, padahal tuhan-tuhan itu tidak memberikan mudarat atau manfaat bagi mereka, baik di dunia maupun di akhirat. Perbuatan yang demikian itu adalah perbuatan yang amat jauh menyimpang dari kebenaran. Mereka seperti seorang yang telah jauh tersesat di tengah padang pasir, akan kembali ke jalan yang semula amat jauh dan melelahkan.

Isi Kandungan Kosakata

1. ‘Alā Ḥarfin عَلَى حَرْفٍ(al-Ḥajj/22: 11 )

Kata ḥarfin adalah bentuk maṣdar (kata jadian) dari ḥarafa – yaḥrifu – ḥarfan, yang berarti membelokkan, memalingkan. Kata ḥarfin berarti pinggir atau ujung sesuatu, baik sesuatu itu berada di puncak, maupun di tempat yang datar. Dengan demikian, maka makna ‘alā ḥarfin adalah membelokkan, atau berpaling dari ajaran Islam, sehingga keberadaan orang yang berpaling itu dipinggir satu tempat yang tinggi. Ajaran Islam digambarkan sebagai suatu jalan yang tinggi dan lebar lagi memiliki sifat moderasi/pertengahan. Yang bersangkutan enggan berada ditengah, tetapi memilih daerah pinggiran sehingga ketika terjadi cobaan, ia kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh ke bawah.

2. al-Khusrānul-mubīn اَلْخُسْرَانُ الْمُبِيْنَ (al-Ḥajj/22: 11 )

Kata al-khusrān adalah bentuk maṣdar (kata jadian) dari khasira– yakhsaru–khusran/khasārat an/khusrānan, yang berarti rugi, menderita kerugian. Kata khusrān dengan berbagai kata turunannya dipergunakan untuk menunjukkan berkurangnya modal, seperti kerugian dalam perniagaan. Kemudian kata khusrān/khusr dipakai untuk menunjukkan keadaan manusia. Dengan demikian dikenallah kerugian secara material, seperti kerugian harta dan kerugian keduniaan. Juga, kerugian yang bersifat inmateri seperti kejahatan, keselamatan, akal, iman dan pahala.

Beberapa kerugian yang dikemukakan Al-Qur’an ternyata tidak selalu identik dengan persoalan kehidupan di dunia, tetapi lebih ditekankan pada hal-hal spritual dan ukhrawi yang sifatnya iman seperti yang terdapat pada ayat tersebut di atas. Kata al-mubīn berarti “yang nyata, dan yang terang.”

Jadi maksud al-khusrānul-mubīn pada ayat di atas adalah kerugian yang nyata, yakni rugilah orang munafik atau orang yang sangat lemah imannya di dunia, karena dengan demikian ia tidak memperoleh apa yang diharapkannya, bahkan kehilangan ketenangan, dan rugi pula ia di akhirat, karena sikapnya itu mengakibatkan ia tidak memperoleh anugerah Allah, bahkan mengakibatkan ia disiksa. Yang demikian itu, yakni kerugian ganda itu adalah kerugian besar yang nyata.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto