Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 63 - Surat Al-Ḥajj (Haji)
الحجّ
Ayat 63 / 78 •  Surat 22 / 114 •  Halaman 339 •  Quarter Hizb 34.75 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Madaniyah

اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۖ فَتُصْبِحُ الْاَرْضُ مُخْضَرَّةًۗ اِنَّ اللّٰهَ لَطِيْفٌ خَبِيْرٌ ۚ

Alam tara annallāha anzala minas-samā'i mā'ā(n), fa tuṣbiḥul-arḍu mukhḍarrah(tan), innallāha laṭīfun khabīr(un).

Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menurunkan air (hujan) dari langit sehingga bumi menghijau? Sesungguhnya Allah Maha Lembut lagi Maha Teliti.

Makna Surat Al-Hajj Ayat 63
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Tidakkah engkau memperhatikan fenomena alam semesta, termasuk siklus air yang terjadi dalam kehidupan kita, bahwa Allah menurunkan air hujan dari langit, kemudian sebagian air itu tersimpan pada pepohonan sehingga bumi menjadi hijau? Sungguh, Allah Mahahalus kasih sayang-Nya dengan menyediakan oksigen dan protein nabati yang diperlukan seluruh makhluk hidup, Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk yang paling dibutuhkan mereka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah menyebutkan tanda-tanda kebesaran-Nya yang juga merupakan nikmat yang telah dilimpahkan kepada manusia, yaitu apakah manusia tidak melihat dan memperhatikan bahwa Allah mengedarkan awan, lalu dari awan itu turunlah hujan di atas bumi, air hujan itu menyuburkan bumi, maka timbullah beraneka macam tanam-tanaman dan tumbuh-tumbuhan yang indah bentuknya, seakan-akan bumi menghiasi dirinya dengan tumbuhnya tanam-tanaman dan tumbuh-tumbuhan yang beraneka warna. Di antara yang tumbuh itu ada yang dapat dimakan manusia, sehingga terpelihara kelangsungan hidupnya, ada yang dapat dijadikan bahan-bahan pakaian, bahan kecantikan, dan beraneka keperluan manusia yang lain.

Sesungguhnya Allah Mahaluas ilmu-Nya, karena pengetahuan-Nya meliputi seluruh makhluk-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya, sejak dari yang kecil sampai kepada yang besar, sejak dari yang mudah sampai kepada yang sulit dan rumit yang kadang-kadang tidak diketahui oleh manusia. Karena itu Allah mengatur, menjaga kelangsungan hidup dan kelangsungan adanya makhluk-Nya itu. Maka ditetapkan hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan untuk mengatur makhluk-Nya.

Tentang pengetahuan Allah terhadap makhluk-Nya, diterangkan dalam firman-Nya:

وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَّبِّكَ مِنْ مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ وَلَآ اَصْغَرَ مِنْ ذٰلِكَ وَلَآ اَكْبَرَ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Tidak lengah sedikit pun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah baik di bumi atau pun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar dari itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz). (Yūnus/10: 61)

Isi Kandungan Kosakata

1. Mukhḍarrah مُخْضَرَّةً (al-Ḥajj/22: 63)

Artinya bumi menjadi hijau. Bumi yang tadinya kering kerontang setelah turun hujan berubah menjadi hijau karena banyaknya tanaman yang tumbuh. Ini menunjukkan kesuburan tanah tersebut yang akan mendatangkan kebaikan bagi penduduk negeri. Semuanya itu semata mata karena karunia Allah. Allah kuasa untuk menghidupkan sesuatu yang mati dan sebaliknya. Inilah tanda-tanda alam yang sengaja Allah memperlihatkannya kepada manusia agar mereka sadar dan kembali kepada Allah.

2. Laṭīf- Khabīr لَطِيْفٌ خَبِيْرٌ(al-Ḥajj/2 2:63)

Laṭīf akar katanya (ل- ط - ف) menunjukkan arti lembut, halus, pelan atau kecil. Jika dikaitkan dengan benda maka pengertian “laṭīf” adalah benda yang ringan, lawan dari ṡaqil (berat). Jika dikaitkan dengan gerakan maka artinya adalah gerakan yang ringan, lembut (al-ḥarakah al-khafīfah) atau juga mengerjakan pekerjaan yang rumit atau yang kecil-kecil. Dalam pengertian ini Allah mempunyai sifat yang semacam ini. Atau Allah mempunyai sifat lembut kepada hambanya dalam mengarahkannya untuk mendapat hidayah.

Kata “khabīr” akar katanya adalah (خ- ب - ر) yang mempunyai dua arti. Pertama, pengetahuan. Kedua, halus. Dari pengertian pertama ini Allah mempunyai pengetahuan terhadap sesuatu sampai yang sekecil-kecilnya dan segala beluk beluknya (bawaṭin al-umur), termasuk didalamnya menentukan kemaslahatan setiap hamba-Nya. Pada masa kini laboratorium disebut juga dengan “mukhtabar” karena bisa mengetahui benda-benda yang kecil.

Dari dua kata tersebut (laṭīf- khabīr) sebagian ulama mengatakan bahwa Allah Mahahalus/lembut dalam memberikan rezeki kepada hamba-hamba-Nya dan Maha Mengetahui terhadap apa yang ada dalam hati mereka. Bisa juga berarti bahwa Allah Mahahalus dalam mengeluarkan tanaman dari bumi sebagai rezeki kepada hamba-hamba-Nya dan Maha Mengetahui terhadap apa yang ada dalam hati mereka, jika hujan terlambat datang.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto