Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 64 - Surat Al-Ḥajj (Haji)
الحجّ
Ayat 64 / 78 •  Surat 22 / 114 •  Halaman 339 •  Quarter Hizb 34.75 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Madaniyah

لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَهُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ ࣖ

Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), wa innallāha lahuwal-ganiyyul-ḥamīd(u).

Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Makna Surat Al-Hajj Ayat 64
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Oleh karena itu, Allah benar-benar Tuhan Yang Mengelola dan Maha Berkuasa atas jagat raya. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi sehingga tidak satu pun peristiwa yang terjadi di keduanya di luar kekuasaan-Nya. Dan Allah benar-benar Mahakaya, karena Dia pemilik mutlak langit dan bumi dengan segala isinya, Maha Terpuji, karena Dia sangat lembut kepada makhluk-Nya dan sangat teratur ciptaan-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Hanya Allah yang memiliki segala apa yang di langit dan segala apa yang di bumi, tidak ada sesuatu pun yang berserikat dengan-Nya dalam pemilikan itu. Karena itu hanya Dia pulalah yang menentukan apa yang dilakukan-Nya terhadap makhluk-Nya itu, tidak ada sesuatu pun yang menghalangi kehendak-Nya. Dia tidak memerlukan sesuatu, hanya makhluk-Nyalah yang memerlukan-Nya. Dia Maha Terpuji karena kebaikan dan nikmat yang tiada terhingga yang telah diberikan kepada makhluk-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Mukhḍarrah مُخْضَرَّةً (al-Ḥajj/22: 63)

Artinya bumi menjadi hijau. Bumi yang tadinya kering kerontang setelah turun hujan berubah menjadi hijau karena banyaknya tanaman yang tumbuh. Ini menunjukkan kesuburan tanah tersebut yang akan mendatangkan kebaikan bagi penduduk negeri. Semuanya itu semata mata karena karunia Allah. Allah kuasa untuk menghidupkan sesuatu yang mati dan sebaliknya. Inilah tanda-tanda alam yang sengaja Allah memperlihatkannya kepada manusia agar mereka sadar dan kembali kepada Allah.

2. Laṭīf- Khabīr لَطِيْفٌ خَبِيْرٌ(al-Ḥajj/2 2:63)

Laṭīf akar katanya (ل- ط - ف) menunjukkan arti lembut, halus, pelan atau kecil. Jika dikaitkan dengan benda maka pengertian “laṭīf” adalah benda yang ringan, lawan dari ṡaqil (berat). Jika dikaitkan dengan gerakan maka artinya adalah gerakan yang ringan, lembut (al-ḥarakah al-khafīfah) atau juga mengerjakan pekerjaan yang rumit atau yang kecil-kecil. Dalam pengertian ini Allah mempunyai sifat yang semacam ini. Atau Allah mempunyai sifat lembut kepada hambanya dalam mengarahkannya untuk mendapat hidayah.

Kata “khabīr” akar katanya adalah (خ- ب - ر) yang mempunyai dua arti. Pertama, pengetahuan. Kedua, halus. Dari pengertian pertama ini Allah mempunyai pengetahuan terhadap sesuatu sampai yang sekecil-kecilnya dan segala beluk beluknya (bawaṭin al-umur), termasuk didalamnya menentukan kemaslahatan setiap hamba-Nya. Pada masa kini laboratorium disebut juga dengan “mukhtabar” karena bisa mengetahui benda-benda yang kecil.

Dari dua kata tersebut (laṭīf- khabīr) sebagian ulama mengatakan bahwa Allah Mahahalus/lembut dalam memberikan rezeki kepada hamba-hamba-Nya dan Maha Mengetahui terhadap apa yang ada dalam hati mereka. Bisa juga berarti bahwa Allah Mahahalus dalam mengeluarkan tanaman dari bumi sebagai rezeki kepada hamba-hamba-Nya dan Maha Mengetahui terhadap apa yang ada dalam hati mereka, jika hujan terlambat datang.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto