Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 176 - Surat Āli ‘Imrān (Keluarga Imran)
اٰل عمرٰن
Ayat 176 / 200 •  Surat 3 / 114 •  Halaman 73 •  Quarter Hizb 8 •  Juz 4 •  Manzil 1 • Madaniyah

وَلَا يَحْزُنْكَ الَّذِيْنَ يُسَارِعُوْنَ فِى الْكُفْرِۚ اِنَّهُمْ لَنْ يَّضُرُّوا اللّٰهَ شَيْـًٔا ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ اَلَّا يَجْعَلَ لَهُمْ حَظًّا فِى الْاٰخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌۚ

Wa lā yaḥzunkal-lażīna yusāri‘ūna fil-kufr(i), innahum lay yaḍurrullāha syai'ā(n), yurīdullāhu allā yaj‘ala lahum ḥaẓẓan fil-ākhirati wa lahum ‘ażābun ‘aẓīm(un).

Janganlah engkau (Nabi Muhammad) dirisaukan oleh orang-orang yang dengan cepat melakukan kekufuran. Sesungguhnya sedikit pun mereka tidak merugikan Allah. Allah tidak akan memberi bagian (pahala) kepada mereka di akhirat dan mereka akan mendapat azab yang sangat besar.

Makna Surat Ali ‘Imran Ayat 176
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah menjelaskan pujian kepada orang-orang mukmin yang giat memenuhi panggilan Rasul, pada ayat ini Allah mengecam tindakan orang-orang munafik yang bergegas dalam kekufuran sehingga menimbulkan rasa cemas di hati Rasulullah. Karenanya Allah menghibur Nabi. Dan janganlah engkau, wahai Nabi Muhammad, dirisaukan oleh tingkah laku orang-orang yang dengan mudah kembali menjadi kafir, yang tenggelam dalam kesesatan dan terus-menerus dalam penyimpangan. Sesungguhnya sedikit pun mereka tidak merugikan Allah, akan tetapi tindakan mereka pada hakikatnya merugikan diri mereka sendiri. Allah tidak akan memberi bagian pahala kepada mereka di akhirat berupa kenikmatan dan surga, dan mereka akan mendapat azab yang besar berupa siksa yang pedih di akhirat sebagai balasan atas kejahatan yang mereka lakukan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Nabi Muhammad saw ketika melihat keadaan kaum Muslimin dalam Perang Uhud, beliau merasa sedih dan cemas. Ketika itulah ayat ini turun untuk menghibur Nabi saw, “Wahai Muhammad janganlah merasa sedih dan cemas, melihat perbuatan sebagian pengikutmu yang munafik yang bersama-sama orang kafir menghimpun segala usaha dan kekuatan untuk membela kekafiran. Pada hakikatnya bukanlah engkau yang diperangi dan dianiaya mereka, tetapi Allah-lah yang mereka perangi. Tentulah mereka tidak akan berdaya menentang Allah.”

Maksud mereka akan mencelakakan dan memberi mudarat kepada kaum Muslimin, tetapi pada hakikatnya mereka sendirilah yang celaka. Allah tidak akan memberikan ampunan kepada mereka di akhirat. Mereka akan mendapat azab yang amat pedih dan tidak terkira besarnya.

Isi Kandungan Kosakata

Numlī نُمْلِيْ (Āli ‘Imrān/3:178)

Kata numlī merupakan fi‘il muḍāri‘ (kata kerja bentuk sekarang dan yang akan datang) yang bentuk masa lalunya adalah amlā, kata dasarnya imlā’ yang maknanya secara bahasa adalah “memanjangkan umur dan waktu”, “memberi kenikmatan yang lama”, dan “memberi tangguh”. Dalam ayat ini numlī diartikan sebagai memberi tangguh, yaitu “pemberian kesempatan kepada seseorang untuk melakukan sesuatu dengan bebas sehingga mencapai batas akhirnya”. Dalam konteks Perang Uhud, kata numlī diartikan sebagai membiarkan orang-orang kafir bersenang-senang dengan kemenangan semu yang diperoleh, dan karena mereka berhasil membunuh sahabat-sahabat Nabi. Selain itu, kata ini juga bermakna membiarkan mereka hidup sehingga dalam masa yang lebih panjang akan menjadikan mereka lebih banyak pula dalam berbuat dosa, sehingga hal itu bukan berakibat baik bagi mereka, tetapi justru sebaliknya, yaitu azab yang pedih.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto