اِنَّ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الْكُفْرَ بِالْاِيْمَانِ لَنْ يَّضُرُّوا اللّٰهَ شَيْـًٔاۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Innal-lażīnasytarawul-kufra bil-īmāni lay yaḍurrullāha syai'ā(n), wa lahum ‘ażābun alīm(un).
Sesungguhnya orang-orang yang membeli kekufuran dengan iman sedikit pun tidak merugikan Allah dan akan mendapat azab yang sangat pedih.
Sesungguhnya orang-orang munafik yang membeli kekafiran dengan iman, tindakan buruk mereka sedikit pun tidak merugikan Allah melainkan dampak buruknya kembali kepada mereka sendiri, dan mereka akan mendapat azab yang pedih akibat kemunafikan dan kekafiran yang mereka perbuat.
Setelah Allah membuka kedok orang-orang yang membantu dan memihak orang-orang kafir yang menentang kaum Muslimin, dan menegaskan bahwa mereka pada hakikatnya menentang dan memerangi Allah, maka pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa hal itu juga berlaku untuk setiap orang yang lebih mengutamakan kekafiran daripada keimanan. Mereka tidak memberi mudarat kepada Allah sedikitpun, dan bagi mereka azab yang pedih. Mereka tidak akan dapat melakukannya, karena Allah membela Islam. Justru mereka akan mendapat hukuman yang berat di akhirat.
Numlī نُمْلِيْ (Āli ‘Imrān/3:178)
Kata numlī merupakan fi‘il muḍāri‘ (kata kerja bentuk sekarang dan yang akan datang) yang bentuk masa lalunya adalah amlā, kata dasarnya imlā’ yang maknanya secara bahasa adalah “memanjangkan umur dan waktu”, “memberi kenikmatan yang lama”, dan “memberi tangguh”. Dalam ayat ini numlī diartikan sebagai memberi tangguh, yaitu “pemberian kesempatan kepada seseorang untuk melakukan sesuatu dengan bebas sehingga mencapai batas akhirnya”. Dalam konteks Perang Uhud, kata numlī diartikan sebagai membiarkan orang-orang kafir bersenang-senang dengan kemenangan semu yang diperoleh, dan karena mereka berhasil membunuh sahabat-sahabat Nabi. Selain itu, kata ini juga bermakna membiarkan mereka hidup sehingga dalam masa yang lebih panjang akan menjadikan mereka lebih banyak pula dalam berbuat dosa, sehingga hal itu bukan berakibat baik bagi mereka, tetapi justru sebaliknya, yaitu azab yang pedih.

































