Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 197 - Surat Āli ‘Imrān (Keluarga Imran)
اٰل عمرٰن
Ayat 197 / 200 •  Surat 3 / 114 •  Halaman 76 •  Quarter Hizb 8.25 •  Juz 4 •  Manzil 1 • Madaniyah

مَتَاعٌ قَلِيْلٌ ۗ ثُمَّ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُ ۗوَبِئْسَ الْمِهَادُ

Matā‘un qalīl(un), ṡumma ma'wāhum jahannam(u), wa bi'sal-mihād(u).

(Semua itu hanyalah) kesenangan sementara, kemudian tempat kembali mereka ialah (neraka) Jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat tinggal.

Makna Surat Ali ‘Imran Ayat 197
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Semua yang ditawarkan orang-orang kafir berupa pangkat, harta benda, dan kemewahan itu hanyalah kesenangan sementara yang tidak bernilai jika dibanding dengan pahala Allah di surga kelak yang penuh kenikmatan dan abadi. Kemudian Allah menetapkan bagi orang-orang kafir tersebut tempat kembali mereka setelah mati, ialah neraka Jahanam agar mereka merasakan azab Allah. Neraka Jahanam itu adalah seburuk buruk tempat tinggal bagi orang-orang kafir dan mereka yang melakukan perbuatan keji selama di dunia.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Orang mukmin tidak perlu cemas, tidak perlu berkecil hati melihat kemewahan yang diperoleh orang kafir, musuh Tuhan itu, karena yang demikian adalah kesenangan yang tidak banyak berarti dibanding dengan pahala dan kesenangan yang disediakan untuk orang mukmin di akhirat nanti. Nabi Muhammad bersabda:

مَا الدُّنْيَا فِى اْلاٰخِرَةِ اِلاَّ مِثْلُ مَا يَجْعَلُ اَحَدُكُمْ اُصْبُعَهُ فِى الْيَمِّ (رواه مسلم)

“Perbandingan hidup di dunia dengan hidup di akhirat hanyalah seperti jari tangan seseorang yang dimasukkan di dalam laut.” (Riwayat Muslim).

Air yang menempel di jari, itulah dunia, dan air laut itulah akhirat. Hidup di dunia hanya sementara, karena mereka bersenang-senang hanya selama hidup saja, kemudian setelah meninggal, mereka akan ditempatkan di tempat yang seburuk-buruknya.

Isi Kandungan Kosakata

Taqallub تَقَلُّبُ (Āli ‘Imrān/3: 196)

Kata taqallub merupakan bentuk masdar dari kata kerja taqallaba-yataqallabu, yang artinya “berubah-ubah”, “bolak balik”, “berpindah-pindah”, “menikmati”. Dalam ayat ini taqallub berarti “berpindah-pindah atau bergerak”, yaitu kebebasan bergerak atau berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Kebebasan bergerak atau berpindah-pindah dari satu posisi ke posisi lain atau dari satu tempat ke tempat lain mengharuskan adanya kemampuan fisik dan materi, sebab aktivitas itu tentu memerlukan kedua hal tersebut. Lebih lagi kalau kebebasan bergerak itu berupa perpindahan dari satu profesi ke profesi lain, atau dari satu daerah ke daerah lain. Dalam kaitan dengan ayat ini, kata tersebut dikaitkan dengan kegiatan orang kafir yang hendaknya jangan sampai menjadikan orang mukmin teperdaya atau terpengaruh, sebab apa yang mereka lakukan sebenarnya hanya merupakan kenikmatan sesaat saja.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto