Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 196 - Surat Āli ‘Imrān (Keluarga Imran)
اٰل عمرٰن
Ayat 196 / 200 •  Surat 3 / 114 •  Halaman 76 •  Quarter Hizb 8.25 •  Juz 4 •  Manzil 1 • Madaniyah

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِى الْبِلَادِۗ

Lā yagurrannaka taqallubul-lażīna kafarū fil-bilād(i).

Jangan sekali-kali kamu teperdaya oleh bolak-balik perjalanan orang-orang yang kufur di seluruh negeri.

Makna Surat Ali ‘Imran Ayat 196
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Jangan sekali-kali kamu, wahai Rasul, teperdaya atau tertipu oleh kegiatan orang-orang kafir yang bergerak dengan bebas kesana kemari di seluruh negeri dengan mengiming-imingi pangkat, harta, dan kenikmatan-kenikmatan sementara yang cepat sirna.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Meskipun ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad saw namun dimaksudkan pula untuk umatnya, sebagaimana kita lihat banyak ayat yang menurut bunyinya ditujukan kepada Nabi saw, tetapi pada hakikatnya ditujukan pula kepada semua pengikutnya. Nabi Muhammad saw selama hidupnya tidak pernah teperdaya oleh bujukan dan tipuan siapa pun, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Qatadah, ia berkata, “Demi Allah mereka tidak pernah berhasil memperdayakan Nabi saw sampai beliau wafat.”

Dari ayat ini dapat dipahami bahwa kaum Muslimin tidak boleh teperdaya oleh kehidupan mewah orang-orang kafir yang tujuan hidupnya hanyalah mencari kekayaan dunia semata.

Kaum Muslimin hendaklah tabah dan sabar menghadapi hal yang seperti ini dan tetap berjuang untuk kebahagiaan di dunia dan di akhirat, sebagaimana firman Allah:

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْن َ ٧٧ (القصص)

Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan. (al-Qaṣaṣ/28:77).

Isi Kandungan Kosakata

Taqallub تَقَلُّبُ (Āli ‘Imrān/3: 196)

Kata taqallub merupakan bentuk masdar dari kata kerja taqallaba-yataqallabu, yang artinya “berubah-ubah”, “bolak balik”, “berpindah-pindah”, “menikmati”. Dalam ayat ini taqallub berarti “berpindah-pindah atau bergerak”, yaitu kebebasan bergerak atau berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Kebebasan bergerak atau berpindah-pindah dari satu posisi ke posisi lain atau dari satu tempat ke tempat lain mengharuskan adanya kemampuan fisik dan materi, sebab aktivitas itu tentu memerlukan kedua hal tersebut. Lebih lagi kalau kebebasan bergerak itu berupa perpindahan dari satu profesi ke profesi lain, atau dari satu daerah ke daerah lain. Dalam kaitan dengan ayat ini, kata tersebut dikaitkan dengan kegiatan orang kafir yang hendaknya jangan sampai menjadikan orang mukmin teperdaya atau terpengaruh, sebab apa yang mereka lakukan sebenarnya hanya merupakan kenikmatan sesaat saja.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto