Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 174 - Surat Āli ‘Imrān (Keluarga Imran)
اٰل عمرٰن
Ayat 174 / 200 •  Surat 3 / 114 •  Halaman 73 •  Quarter Hizb 8 •  Juz 4 •  Manzil 1 • Madaniyah

فَانْقَلَبُوْا بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوْۤءٌۙ وَّاتَّبَعُوْا رِضْوَانَ اللّٰهِ ۗ وَاللّٰهُ ذُوْ فَضْلٍ عَظِيْمٍ

Fanqalabū bi ni‘matim minallāhi wa faḍlil lam yamsashum sū'(un), wattaba‘ū riḍwānallāh(i), wallahu żū faḍlin ‘aẓīm(in).

Mereka kembali dengan nikmat dan karunia dari Allah. Mereka tidak ditimpa suatu bencana dan mereka mengikuti (jalan) rida Allah. Allah mempunyai karunia yang besar.

Makna Surat Ali ‘Imran Ayat 174
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Maka dengan bekal keimanan dan tekad yang kuat itu akhirnya mereka kembali pulang dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah berupa pahala kebaikan, kesejahteraan, dan kemuliaan, mereka tidak ditimpa suatu bencana atau suatu hal yang tidak mereka sukai, dan tidak berjumpa dengan seorang musuh dan mereka mengikuti keridaan Allah dengan mengikuti perintah-Nya. Allah mempunyai karunia yang besar yang diperuntukkan bagi orang-orang yang berjuang di jalan Allah, baik di dunia berupa kemenangan, maupun di akhirat kelak berupa kebahagiaan abadi.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dengan keimanan dan tekad yang kuat itu akhirnya mereka dapat ke Medinah. Abu Sufyan dan tentaranya tidak jadi melakukan serangan terhadap mereka. Mereka sama sekali tidak mengalami panderitaan dan mereka tetap dalam keridaan Allah.

Isi Kandungan Kosakata

Yastabsyirūn يَسْتَبْشِرُوْ نَ (Āli ‘Imrān/3: 170)

Kata yastabsyirūn berasal dari kata kerja basyara-yabsyiru atau basyira-yabsyaru, yang artinya “senang” atau “menjadi gembira”. Dengan demikian yastabsyirūn maknanya adalah “mereka bergembira”. Pada mulanya akar kata dari kalimat ini (b-sy-r/ ب- ش- ر) yang artinya “munculnya sesuatu dengan baik dan mudah”. Kata yang berasal dari akar kata yang sama adalah al-basyrah artinya “kulit manusia”, sedangkan manusia disebut al-basyar. Al-bisyra artinya gembira atau bahagia, karena kegembiraan ini memancar pada kulit dan bersinar di wajah orang yang gembira sehingga kegembiraan disebut al-bisyarah, karena membuat wajah orang yang mendapat berita gembira, cerah berseri-seri dan menarik. Lawan bisyarah adalah niẓarah yaitu “kabar buruk” atau “peringatan” (Ibnu Faris). Dalam kaitan dengan ayat ini, yastabsyirūn menunjukkan pada perasaan yang ada pada para syuhada (pahlawan) yang telah gugur itu, yaitu kegembiraan yang berkaitan dengan teman-teman sejawat mereka yang akan menyusul. Artinya mereka mengetahui bahwa teman-teman mereka kelak akan pula menyusul menjadi pahlawan. Pada sisi lain, penjelasan ini menunjukkan bahwa mereka mempunyai pengetahuan tentang keadaan teman-teman tersebut, sekaligus membuktikan bahwasanya ada kehidupan di alam barzakh yang merupakan persinggahan sementara, sambil menunggu kedatangan hari akhir, yang merupakan awal dari kehidupan akhirat. Kata ini kemudian terulang pada ayat berikutnya, dan ini menunjukkan adanya kegembiraan yang mereka nikmati. Selain itu, pengulangan ini juga merupakan isyarat bahwa kegembiraan itu mencakup diri mereka, teman-teman sejawat, dan siapa pun yang mukmin, walau selain mereka dan teman sejawat mereka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto