قُلْ كُلٌّ يَّعْمَلُ عَلٰى شَاكِلَتِهٖۗ فَرَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ اَهْدٰى سَبِيْلًا ࣖ
Qul kulluy ya‘malu ‘alā syākilatih(ī), fa rabbukum a‘lamu biman huwa ahdā sabīlā(n).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.” Maka, Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.
Katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Setiap orang berbuat sesuai dengan keadaannya masing-masing, yakni sesuai pembawaannya, caranya dan kecenderungannya dalam mencari petunjuk dan menempuh jalan menuju kebenaran.” Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya dan siapa yang lebih sesat jalannya. Kepada setiap orang dari kedua golongan itu Tuhan memberikan balasan sesuai dengan perbuatannya.
Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk menyampaikan kepada umatnya agar mereka bekerja menurut potensi dan kecenderungan masing-masing. Semuanya dipersilakan bekerja menurut tabiat, watak, kehendak, dan kecenderungan masing-masing. Allah swt sebagai Penguasa semesta alam mengetahui siapa di antara manusia yang mengikuti kebenaran dan siapa di antara mereka yang mengikuti kebatilan. Semuanya nanti akan diberi keputusan yang adil.
Allah berfirman tentang perintah bekerja:
قُلْ يٰقَوْمِ اعْمَلُوْا عَلٰى مَكَانَتِكُمْ اِنِّيْ عَامِلٌۚ فَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ مَنْ تَكُوْنُ لَهٗ عَاقِبَةُ الدَّارِۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُوْنَ ١٣٥ (الانعام)
Katakanlah (Muhammad), “Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui, siapa yang akan memperoleh tempat (terbaik) di akhirat (nanti). Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan beruntung. (al-An‘ām/6: 135)
Fa tahajjad فَتَهَجَّدْ (al-Isrā’/17: 80)
Fa tahajjad adalah fi’il amr dari: tahajjada-yatahajjadu-tahajj udan-tahajjud artinya salat tahajud. Salat tahajud ialah salat malam pada saat semua orang tidur nyenyak yaitu pada sepertiga akhir malam antara jam 01.00-04.00. Salat tahajud atau salat malam hukumnya sunah dilakukan dua rakaat-dua rakaat, sedangkan jumlah rakaat seluruhnya tidak ada ketentuan, hanya biasanya diakhiri dengan salat witir yang bilangan rakaatnya ganjil. Salat witir memang menjadi bagian dari salat tahajud. Di antara beberapa hadis, ada yang menyebutkan Nabi melaksanakan salat tahajud sebelas rakaat. Salat tahajud mempunyai fadilah atau keutamaan yang sangat tinggi, dan Nabi hampir setiap malam melakukan salat tahajud. Setelah pada ayat 78, Allah memerintahkan untuk melaksanakan salat wajib yang lima waktu, pada ayat 79 ini, Allah memerintahkan untuk salat tahajud. Orang yang melaksanakan salat tahajud berpeluang untuk diangkat derajatnya ke tempat yang terpuji.












































