
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Pinch me
Singe me
Inch me to the edge
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kerinduan dan keinginan untuk merasakan sesuat... tampilkan semua
Prod me
Laud me
Ungodly but heaven sent
Makna lirik lagu ini mencerminkan sebuah pengalaman kompleks di antara perasaan yang berte... tampilkan semua
Get your tickets to the freak show, baby
Step right up to watch the freak go crazy
Makna lirik lagu ini menggambarkan daya tarik dan intrik yang muncul dari peristiwa-perist... tampilkan semua
Am what I am and what I am is a piece of meat
Take a bite just to watch me bleed
Freak
Say what you want and what you want is behind your teeth
Ain't gotta spell it out for me
Freak
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan vulnerabilitas dan eksploitasi dalam konteks hu... tampilkan semua
Bait me
You can cage me
Even plate me, I don't care
(I don't care)
Makna lirik lagu ini mencerminkan sikap ketidakpedulian dan kebebasan individu dalam mengh... tampilkan semua
Came from the trauma
Stayed for the drama
Makna lirik lagu ini mencerminkan perjalanan emosional seseorang yang terjebak dalam penga... tampilkan semua
Came from the trauma
Stayed for the drama
Came from the trauma
Stayed for the drama
Came from the trauma
Stayed for the drama
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjalanan emosional seseorang yang terjebak dalam peng... tampilkan semua
Hanguskan aku
Dorong aku ke tepi
Dorong aku
Puji aku
Tak suci tapi diutus dari surga
Dapatkan tiketmu untuk pertunjukan aneh, sayang
Langsung saja untuk... tampilkan semua
Lagu "FREAK" yang dinyanyikan oleh Demi Lovato dan YUNGBLUD mengusung tema yang provokatif dan mencolok, mengundang pendengar untuk merenungkan tentang identitas, eksploitasi, dan penerimaan diri. Melalui lirik-liriknya yang kuat, lagu ini mengajak kita untuk menyentuh lapisan-lapisan kompleks dari pengalaman manusia, terutama yang berkaitan dengan stigma sosial.
Pesan Utama
Salah satu pesan utama dalam lagu ini adalah penerimaan diri meskipun ada tekanan sosial. Dalam lirik seperti "Am what I am and what I am is a piece of meat, Take a bite just to watch me bleed," terdapat unsur keterbukaan akan kerentanan yang dirasakan individu di tengah penilaian masyarakat. Pernyataan ini bisa diinterpretasikan sebagai seruan untuk keberanian menghadapi ekspektasi dan penilaian orang lain.
Simbolisasi "Freak Show"
Frasa "Get your tickets to the freak show, baby" menggambarkan bagaimana masyarakat sering kali memperlakukan individu yang dianggap berbeda seolah-olah mereka adalah bagian dari pertunjukan. Ini menciptakan nuansa teaterikal di mana orang-orang yang terlihat "aneh" dihadapkan untuk dinilai dan dieksploitasi. Dengan frasa ini, kedua artis menyampaikan betapa tidak berlebihan jika seseorang mengekspresikan keunikannya, meskipun sering kali dalam pandangan negatif.
Konflik Intern dan Drama
- Came from the trauma, Stayed for the drama: Ungkapan ini menyoroti bagaimana pengalaman traumatis dapat menarik individu ke dalam situasi yang dramatis. Terkadang, ketidaknyamanan itu menjadi bagian integral dari kehidupan mereka.
Ini juga mengilustrasikan siklus di mana trauma bisa mempengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan dunia, sekaligus menarik mereka ke dalam dinamika yang penuh drama, baik itu di dalam diri mereka sendiri ataupun dalam interaksi sosial.
Penerimaan dan Kebebasan Berbicara
Lirik "Say what you want and what you want is behind your teeth, Ain't gotta spell it out for me," menunjukkan sikap tangguh dan berani untuk berbicara meski ada risiko. Ini adalah panggilan untuk memiliki suara dan memperjuangkan identitas, meskipun kadang harus berhadapan dengan stigma.
Kesimpulan
Lagu "FREAK" adalah refleksi jujur tentang bagaimana individu dapat merasa terpinggirkan di masyarakat, tetapi lagu ini juga merayakan kekuatan dan keunikan individu tersebut. Demi Lovato dan YUNGBLUD dengan cerdas menyampaikan pesan bahwa merangkul keanehan kita adalah sebuah langkah penting menuju penerimaan diri. Melalui lirik yang kuat dan penuh emosi, "FREAK" menjadi anthem bagi mereka yang merasa berbeda, mendorong pendengar untuk tidak hanya menjadi diri mereka sendiri, tetapi juga bangga akan keunikan yang dimiliki.














































