Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 39 - Surat Al-Isrā' (Memperjalankan di Malam Hari)
الاسراۤء
Ayat 39 / 111 •  Surat 17 / 114 •  Halaman 286 •  Quarter Hizb 29.25 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

ذٰلِكَ مِمَّآ اَوْحٰٓى اِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ الْحِكْمَةِۗ وَلَا تَجْعَلْ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ فَتُلْقٰى فِيْ جَهَنَّمَ مَلُوْمًا مَّدْحُوْرًا

Żālika mimmā auḥā ilaika rabbuka minal-ḥikmah(ti), wa lā taj‘al ma‘allāhi ilāhan ākhara fa tulqā fī jahannama malūmam madḥūrā(n).

Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepada engkau (Nabi Muhammad). Janganlah engkau menjadikan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi terusir (dari rahmat Allah).

Makna Surat Al-Isra' Ayat 39
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Itulah sebagian hikmah, hukum-hukum yang mengandung kebenaran yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu, yakni Nabi Muhammad, melalui malaikat Jibril. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela oleh dirimu sendiri dan orang lain dan dijauhkan dari rahmat Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini dijelaskan bahwa bimbingan Allah berupa perintah-Nya yang harus diikuti, dan semua larangan yang harus dijauhi, yang disebutkan dalam ayat-ayat yang lalu, apabila ditaati niscaya akan membimbing manusia kepada kesejahteraan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Sebab, semua itu adalah sebagian dari hikmah yang diwahyukan Allah kepada Rasul-Nya, yang berupa peraturan-peraturan agama.

Selanjutnya Allah swt mengulangi kembali larangan mengadakan tuhan selain Allah. Pengulangan larangan mempersekutukan tuhan-tuhan yang lain dengan Allah, yang berarti perintah untuk beragama tauhid, menunjukkan kepada pengertian bahwa tauhid adalah inti dari semua agama samawi, dan sebagai titik tolak dan tujuan akhir dari segala macam urusan seluruh makhluk. Semua makhluk adalah milik Allah dan kepada-Nya pula semuanya akan kembali.

Di akhir ayat, Allah swt menegaskan bahwa akibat yang akan dirasakan oleh kaum musyrikin ialah mereka dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela, baik celaan itu datang dari pihak lain, ataupun datang dari dirinya sendiri, serta dijauhkan dari rahmat Allah. Mereka tidak akan mendapat pertolongan dari siapapun.

Isi Kandungan Kosakata

Wa lā Taqfu وَلَا تَقْفُ (al-Isrā’/17: 36)

Taqfu adalah bentuk muḍāri’ dari qafā-yaqfū. Akar katanya berasal dari (ق ـ ف - حرف معتل) artinya mengikutkan sesuatu terhadap sesuatu yang lain. Al-Qafā adalah bagian belakang kepala atau leher, karena bagian ini mengikuti wajah. Qāfiyah adalah bagian akhir dari satu bait dalam syair. Ungkapan qafawtu aṡarahu artinya aku mengikuti jejaknya. Dari pengertian ini maka ungkapan pada ayat ini berarti “janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya”. Ungkapan ini luas jangkauannya karena menyangkut larangan berkata atau berkomentar terhadap sesuatu dengan tidak berdasar, atau berkata bohong, atau bersaksi secara palsu, atau menuduh orang lain berbuat zina tanpa ada bukti, atau berfatwa terhadap satu hal tanpa ada dasar atau menafsirkan Al-Qur’an secara asal-asalan dan lain sebagainya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto