Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 80 - Surat Al-Isrā' (Memperjalankan di Malam Hari)
الاسراۤء
Ayat 80 / 111 •  Surat 17 / 114 •  Halaman 290 •  Quarter Hizb 29.75 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا

Wa qur rabbi adkhilnī mudkhala ṣidqiw wa akhrijnī mukhraja ṣidqiw waj‘al lī mil ladunka sulṭānan naṣīrā(n).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ya Tuhanku, masukkan aku (ke tempat dan keadaan apa saja) dengan cara yang benar, keluarkan (pula) aku dengan cara yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(-ku).438)

Makna Surat Al-Isra' Ayat 80
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan dengan cara yang benar, baik dalam urusan dunia maupun akhirat, dan keluarkan pula aku ke tempat keluar yang benar dan dengan cara yang benar pula, baik dalam urusan dunia maupun akhirat, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolongku menghadapi orang yang memusuhiku.” Ayat ini berkaitan dengan hijrah Nabi dari Mekah ke Madinah. Di dalamnya terkandung perintah agar Nabi memohon kepada Allah agar memasuki Madinah dengan cara yang benar, dan keluar dari Mekah dengan cara yang benar pula. Ada juga yang menafsirkan agar kita memasuki kubur dengan baik dan keluar darinya pada hari berbangkit dengan baik pula.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

At-Tirmiżī meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbās bahwa Nabi berada di Mekah, lalu diperintahkan Allah untuk hijrah. Maka turunlah ayat ini.

Allah swt memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar mengucap-kan doa yang tersebut dalam ayat ini, yang maksudnya “Wahai Tuhanku, masukkanlah aku ke tempat yang Engkau kehendaki, baik di dunia maupun di akhirat, dan tempatkan aku ke tempat yang Engkau kehendaki, baik di dunia maupun di akhirat.”

Di antara contoh masuknya Rasulullah ke suatu tempat dengan benar ialah beliau dan para sahabat memasuki kota Medinah sebagai orang-orang yang hijrah dari Mekah, memasuki kota Mekah di waktu penaklukan kota itu, masuk kubur setelah mati, dan memasuki tempat yang diridai Allah, seperti masuk masjid, rumah sendiri, rumah sahabat, dan kenalan setelah minta izin darinya, dan sebagainya. Keluar dari semua tempat yang dikehendaki Allah, seperti keluar dari kota Mekah waktu hijrah, keluar dari kubur waktu hari kebangkitan, atau keluar dari semua tempat yang dikehendaki Allah, seperti kota-kota yang menjadi tempat melakukan perbuatan maksiat dan sebagainya.

Allah swt juga memerintahkan kepada Nabi agar berdoa kepada-Nya supaya dijadikan orang yang menguasai hujah dan alasan yang dapat diterima dan ketika berdakwah, dapat memuaskan orang-orang yang mendengarkannya sehingga bertambah kuat imannya. Jika yang mendengar orang kafir, hati mereka menjadi lunak dan mau masuk Islam. Sebagai jawaban terhadap doa Nabi Muhammad itu, Allah menerangkan bahwa Dia memelihara Nabi dari segala macam tipu daya manusia dan akan me-menangkannya terhadap orang-orang kafir, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:

وَاللّٰ ُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ

Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. (al-Mā’idah/5: 67)

Isi Kandungan Kosakata

Fa tahajjad فَتَهَجَّدْ (al-Isrā’/17: 80)

Fa tahajjad adalah fi’il amr dari: tahajjada-yatahajjadu-tahajj udan-tahajjud artinya salat tahajud. Salat tahajud ialah salat malam pada saat semua orang tidur nyenyak yaitu pada sepertiga akhir malam antara jam 01.00-04.00. Salat tahajud atau salat malam hukumnya sunah dilakukan dua rakaat-dua rakaat, sedangkan jumlah rakaat seluruhnya tidak ada ketentuan, hanya biasanya diakhiri dengan salat witir yang bilangan rakaatnya ganjil. Salat witir memang menjadi bagian dari salat tahajud. Di antara beberapa hadis, ada yang menyebutkan Nabi melaksanakan salat tahajud sebelas rakaat. Salat tahajud mempunyai fadilah atau keutamaan yang sangat tinggi, dan Nabi hampir setiap malam melakukan salat tahajud. Setelah pada ayat 78, Allah memerintahkan untuk melaksanakan salat wajib yang lima waktu, pada ayat 79 ini, Allah memerintahkan untuk salat tahajud. Orang yang melaksanakan salat tahajud berpeluang untuk diangkat derajatnya ke tempat yang terpuji.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto