
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Setiap waktu engkau tersenyum
Sudut matamu memancarkan rasa
Keresahan yang terbenam
Kerinduan yang tertahan
Duka dalam yang tersembunyi
Jauh di lubuk hati
Kata-katamu
Riuh mengalir bagai gerimis
Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan mendalam yang tersembunyi di balik senyuman se... tampilkan semua
Seperti angin tak pernah diam
Selalu beranjak setiap saat
Menebarkan jala asmara
Menaburkan aroma luka
Benih kebencian kau tanam
Bakar ladang gersang
Entah sampai kapan
Berhenti menipu diri
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjalanan emosi yang kompleks dalam menghadapi cinta d... tampilkan semua
Membasuh debu yang lekat dalam jiwa
Mencuci bersih dari segala kekotoran
Makna lirik lagu ini menggambarkan proses pembersihan dan penyucian jiwa dari berbagai beb... tampilkan semua
Aku menunggu hujan turunlah
Aku mengharap badai datanglah
Gemuruhnya akan melumatkan semua
Kupu-kupu kertas
Makna lirik lagu ini mencerminkan harapan dan kerinduan akan perubahan atau pembaruan dala... tampilkan semua
Kupu-kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temaram
Makna lirik lagu ini menggambarkan keindahan dan keunikan yang dimiliki oleh setiap indivi... tampilkan semua
Lagu "Kupu - Kupu Kertas" karya Ebiet G. Ade adalah suatu karya seni yang tidak hanya menawarkan melodi yang indah tetapi juga menyimpan makna dan pesan yang mendalam. Melalui lirik yang puitis, pemilik suara menuturkan rasa kerinduan, duka, serta harapan yang tertanam dalam setiap baitnya.
Analisis Lirik
Salah satu elemen yang mencolok dalam lirik ini adalah bagaimana penggambaran emosi berlangsung. Pada bagian awal, penyanyi mencerminkan kerinduan dan kesedihan yang tersembunyi di balik senyuman. Lirik seperti "Setiap waktu engkau tersenyum" diimbuhi dengan "Keresahan yang terbenam" menunjukkan bahwa di balik ekspresi bahagia terdapat perasaan yang kompleks. Hal ini menunjukkan realitas bahwa seringkali orang menyimpan luka batin yang dalam meskipun terlihat bahagia di luar.
Penggambaran "Kata-katamu riuh mengalir bagai gerimis" menciptakan kesan bahwa ungkapan kata-kata tersebut tidak hanya sekadar pernyataan, tetapi juga dapat menimbulkan efek emosional yang sama dengan tetesan hujan. Ini memberikan nuansa bahwa komunikasi bisa jadi rumit, tidak selalu penuh dengan kejelasan, namun tetap mengandung kedalaman yang signifikan.
Simbol Kupu-Kupu Kertas
Penggunaan simbol "kupu-kupu kertas" memiliki nilai simbolis yang kuat dalam lirik ini. Kupu-kupu, yang biasanya diidentikan dengan keindahan dan kebebasan, dalam konteks ini seakan menggambarkan kenangan atau harapan yang datang dan pergi. Frasa "yang terbang kian kemari, aneka rupa dan warna" mungkin merepresentasikan berbagai pengalaman hidup yang beraneka ragam; baik menyenangkan maupun menyakitkan.
Ketika dikaitkan dengan "dibias lampu temaram", terdapat nuansa melankolis yang membuat kita merenungkan tentang kehilangan dan nostalgia. Lampu temaram memberikan gambaran suasana yang lembut sekaligus suram, seolah mengingatkan kita pada sisi gelap dari segenap pengalaman yang telah dilalui.
Harapan dan Ketulusan Emosional
Saat lirik melanjutkan dengan ajakan "Aku menunggu hujan turunlah, aku mengharap badai datanglah", terdapat keinginan untuk merasakan pembaruan. Hujan dapat dianggap sebagai pembersih, sebuah kesempatan untuk membebaskan diri dari beban yang selama ini dipikul. Dalam konteks ini, badai bisa menjadi metafora untuk perubahan, suatu kondisi yang diperlukan untuk mereset keadaan dan membawa kebangkitan baru.
Kesimpulan
Melalui lirik "Kupu - Kupu Kertas", Ebiet G. Ade berhasil menggambarkan kompleksitas emosi manusia yang padat dalam balutan lirik yang indah. Setiap bait menyiratkan pergeseran dari kerinduan, kesedihan, menuju harapan untuk menghapus segala luka dan menciptakan sesuatu yang baru. Sekali lagi, lagu ini mengingatkan kita bahwa di balik keindahan, terdapat perjalanan batin yang dalam dan penuh makna.











































