Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Lagu • 1 tahun lalu
Album Artwork
Ketika Duka Menyeruak
Dangdut, Pop Rock
1996 • 4:45 • Track 2/9
Ebiet G. Ade
  • Tentang
  • Lirik
  • Review
  • Tracklist
  • Komentar
Makna Lagu
Makna lagu ini menggambarkan kedalaman pengaruh seseorang dalam kehidupan penyanyi. Kehadiran dan kata-kata orang itu memberikan inspirasi dan makna baru, memperkaya perjalanan hidupnya. Namun, saat orang tersebut pergi, kesedihan muncul, meninggalkan jejak yang mendalam di hati penyanyi, mencerminkan hubungan yang abadi.
Makna Lirik
Ketika engkau datang menawarkan gagasan
kulihat di matamu tak ada yang kau sembunyikan
Aku mulai bertanya, "Di mana cakrawalamu?"
Langit seketika cerah tatkala engkau tersenyum

Makna lirik lagu ini menggambarkan kekaguman dan rasa ingin tahu seseorang terhadap kehadi... tampilkan semua

Kata-katamu mengalir, merambah nadi dan jiwa
ketika angin terhenti, memberi nafas di dada ho ho
Kata-katamu memberi sejuta warna dan makna
bagi kehidupanku, bagi perjalananku
di bumi fana dan di alam kekal

Makna lirik lagu ini mencerminkan kekuatan kata-kata dan pengaruhnya yang mendalam terhada... tampilkan semua

Ketika engkau pergi langit bumi pun menangis
Jejak pengembaraanmu terpatri dalam di dadaku

Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kehilangan yang mendalam ketika seseorang yang... tampilkan semua

Kata-katamu mengalir, merambah nadi dan jiwa
ketika angin terhenti, memberi nafas di dada ho ho
Kata-katamu memberi sejuta warna dan makna
bagi kehidupanku, bagi perjalananku
di bumi fana dan di alam kekal
di bumi fana dan di alam kekal

Makna lirik lagu ini menggambarkan kekuatan dan keindahan kata-kata yang diucapkan oleh se... tampilkan semua

Review Lagu

Lagu "Ketika Duka Menyeruak" yang dipopulerkan oleh Ebiet G. Ade adalah sebuah karya seni yang kaya akan makna dan emosi. Melalui liriknya, Ebiet tidak hanya menggambarkan perasaan duka, tetapi juga menawarkan harapan dan pencerahan dalam perjalanan hidup.

Petikan Pertama: Kedatangan dan Pertanyaan

Pada awal lirik, terdapat penggambaran akan kedatangan seseorang yang membawa gagasan. Frasa "Ketika engkau datang menawarkan gagasan" menunjukkan bahwa kehadiran orang tersebut bukan sekadar fisik, tetapi membawa serta pemikiran yang mendalam.

Dengan kalimat, "kulihat di matamu tak ada yang kau sembunyikan", tersirat kejujuran dan transparansi dalam diri individu tersebut. Ini memberikan kesan bahwa komunikasi yang terjadi sangat tulus dan jujur. Pertanyaan yang diajukan, "Di mana cakrawalamu?", mencerminkan pencarian makna dan arah dalam kehidupan.

Peralihan Emosi: Kebahagiaan dalam Senyuman

Lanjut ke bagian yang menggambarkan perubahan suasana hati, "Langit seketika cerah tatkala engkau tersenyum" menunjukkan betapa besar dampak positif dari kehadiran seseorang dalam hidup. Senyuman ini diibaratkan sebagai cahaya yang memancarkan kehangatan, menghadirkan harapan baru dalam hati.

Selain itu, lirik, "Kata-katamu mengalir, merambah nadi dan jiwa" menegaskan bahwa kata-kata yang diucapkan menggugah perasaan, memberikan energi baru bagi penerima. Ini melambangkan kekuatan komunikasi sebagai sarana untuk menyentuh hati dan jiwa.

Membicarakan Kehidupan dan Eksistensi

Ketika lirik menyebutkan, "Kata-katamu memberi sejuta warna dan makna bagi kehidupanku, bagi perjalananku di bumi fana dan di alam kekal", menggambarkan betapa signifikan pengaruh orang tersebut dalam perjalanan hidup. Kehidupan disebut "bumi fana" mencerminkan sifat sementara dunia ini, sedangkan "alam kekal" merujuk pada kehidupan setelah mati.

Melalui kata-kata tersebut, Ebiet menggugah pendengar untuk merenungkan esensi hidup dan makna dari hubungan antarmanusia.

Perpisahan dan Kesedihan

Bagian penting dalam lagu ini adalah ketika menggambarkan perpisahan. "Ketika engkau pergi langit bumi pun menangis" adalah metafora yang kuat, menunjukkan bahwa kepergian orang tersebut meninggalkan bekas mendalam dan kesedihan yang terasa oleh alam semesta. Ini mengilustrasikan betapa berartinya orang itu bagi penulis.

Jejak pengembaraan yang "terpatri dalam di dadaku" menandakan bahwa pengalamannya bersifat abadi, mempengaruhi perjalanan hidup si penulis meskipun orang tersebut telah pergi.

Kesimpulan: Refleksi atas Kehidupan dan Harapan

Secara keseluruhan, "Ketika Duka Menyeruak" merupakan sebuah refleksi mendalam tentang kehidupan, kehilangan, dan harapan. Lirik-lirik yang puitis memadukan perasaan duka dengan pengharapan akan keindahan hidup yang selalu bisa ditemukan bahkan di saat-saat tersulit.

Dalam setiap baitnya, Ebiet G. Ade menciptakan ruang bagi pendengar untuk merenung dan merasakan, menjadikan lagu ini abadi dalam ingatan dan hati banyak orang. Karya ini menjadi pengingat bahwa meskipun kita menghadapi duka, kehadiran yang membawa makna tetap akan selalu hidup dalam kenangan.

Tracklist Album

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto