Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 25 - Surat Al-Isrā' (Memperjalankan di Malam Hari)
الاسراۤء
Ayat 25 / 111 •  Surat 17 / 114 •  Halaman 284 •  Quarter Hizb 29.25 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

رَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَا فِيْ نُفُوْسِكُمْ ۗاِنْ تَكُوْنُوْا صٰلِحِيْنَ فَاِنَّهٗ كَانَ لِلْاَوَّابِيْنَ غَفُوْرًا

Rabbukum a‘lamu bimā fī nufūsikum, in takūnū ṣāliḥīna fa innahū kāna lil-awwābīna gafūrā(n).

Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam dirimu. Jika kamu adalah orang-orang yang saleh, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.

Makna Surat Al-Isra' Ayat 25
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dalam keadaan kedua orang tua sudah berumur lanjut dan berada dalam pemeliharaanmu, boleh jadi suatu waktu engkau berbuat kesalahan, secara tidak sengaja atau karena terpaksa. Dalam keadaan demikian itu, ketahuilah bahwa Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik dan tulus mengasihi kedua orang tuamu dan berbakti kepada keduanya dengan sepenuh hatimu. Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, maka sungguh, Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat dan menyertainya dengan berbuat kebaikan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah swt lalu memperingatkan kaum Muslimin agar benar-benar memperhatikan urusan berbakti kepada kedua ibu bapak dan tidak menganggapnya sebagai urusan yang remeh. Dijelaskan bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang tergerak dalam hati mereka, apakah benar-benar berbakti kepada kedua ibu bapak dengan rasa kasih sayang dan penuh kesadaran, ataukah hanya pernyataan lahiriah saja, sedangkan di dalam hati mereka sebenarnya durhaka dan membangkang. Itulah sebabnya, Allah menjanjikan bahwa apabila mereka benar-benar berbuat baik, yaitu benar-benar menaati tuntutan Allah dan berbakti kepada kedua ibu bapak, maka Dia akan memberikan ampunan kepada mereka atas perbuatan yang melampaui batas-batas ketentuan-Nya. Allah Maha Pengampun kepada siapa saja yang mau bertobat dan kembali menaati perintah-Nya.

Dalam ayat ini terdapat janji baik yang ditujukan kepada orang-orang yang hatinya terbuka untuk berbakti kepada ibu bapaknya. Sebaliknya, terdapat ancaman keras yang ditujukan kepada orang-orang yang meremehkannya, apalagi yang sengaja mendurhakai kedua ibu bapaknya.

Isi Kandungan Kosakata

Janāḥ aż-żulli جَنَاحَ الذُّلِّ (al-Isrā’/17: 24)

Kata janāḥ diambil dari kata: janaḥa-yajniḥu-janḥan, yang artinya menimpa. Janaḥ aṭ-ṭair artinya sayap burung. Kata janāḥ pada ayat 24 Surah al-Isrā’ di atas pada mulanya berarti sayap. Seekor burung merendahkan sayapnya pada saat ia hendak mendekat dan bercumbu kepada betinanya, demikian juga bila ia melindungi anak-anaknya. Sayapnya terus dikembang-kan dengan merendah dan merangkul, serta tidak beranjak meninggalkan tempat dalam keadaan demikian sampai berlalunya bahaya. Dari sini ung-kapan tersebut dipahami dalam arti kerendahan hati, hubungan harmonis, perlindungan, dan ketabahan

Pada kata janāḥ terdapat kata aż-żull yang artinya adalah kerendahan. Dalam konteks keadaan burung, ia juga mengembangkan sayapnya pada saat ia takut, untuk menunjukkan ketundukannya kepada ancaman. Dengan demikian, kata janāḥ aż-żull berarti sayap kerendahan. Maksud sayap di atas, sang anak diperintahkan untuk merendahkan diri kepada orang tuanya karena dilandasi rasa hormat dan takut melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kedudukan ibu bapaknya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto