Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 30 - Surat Al-Jāṡiyah (Berlutut)
الجاثية
Ayat 30 / 37 •  Surat 45 / 114 •  Halaman 501 •  Quarter Hizb 50.75 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ فِيْ رَحْمَتِهٖۗ ذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْمُبِيْنُ

Fa'ammal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti fayudkhiluhum rabbuhum fī raḥmatih(ī), żālika huwal-fauzul-mubīn(u).

Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, Tuhan akan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah kemenangan yang nyata.

Makna Surat Al-Jasiyah Ayat 30
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Maka adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya serta mengerjakan kebajikan-kebajikan yang telah di perintahkan Allah dan rasul-Nya, maka Tuhan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya, yakni surga. Demikian itulah kemenangan yang nyata yang di peroleh oleh orang-orang beriman.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kemudian Allah menjelaskan keadaan orang-orang yang beriman dan yang melakukan amal saleh. Mereka itu akan mendapat balasan yang setimpal dengan amal perbuatannya. Mereka itu termasuk hamba Allah yang memperoleh limpahan rahmat-Nya.

Yang dimaksud dengan rahmat Allah dalam ayat ini adalah surga. Hal ini sesuai dengan maksud hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:

قَالَ اللّٰهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لِلْجَنَّةِ: أَنْتِ رَحْمَتِيْ أَرْحَمُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ مِنْ عِبَادِيْ. (رواه البخاري ومسلم)

Sesungguhnya Allah berkata kepada surga, “Engkau adalah rahmat-Ku. Dengan kamu Aku melimpahkan Kasih sayang-Ku kepada orang-orang yang Aku kehendaki.” (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim)

Pada bagian akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa surga itu merupakan kebahagiaan yang akan dicapai oleh orang-orang yang beriman karena nikmatnya yang berlimpah-limpah yang akan dirasakan penghuninya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Jāṡiyah جَاثِيَةٌ (al-Jāṡiyah/45: 28)

Bentuk isim fā‘il dari kata jaṡṡa. Akar katanya bisa terambil dari (jīm-ṡā'-wāw) berarti: jaṡā-yajṡū-juṡuwwan atau (jīm-ṡā'-yā') berarti jaṡā-yajṡī-juṡiyyan, jiṡiyyan. Artinya duduk di atas kedua lututnya atau sering disebut dengan bertekuk lutut. Sebuah pemandangan seorang yang tunduk, pasrah terhadap hukuman yang akan dia dapatkan. Ungkapan jāṡiyah adalah sifat semua umat manusia pada hari Kiamat yang tidak berdaya menghadapi nasib yang akan mereka dapatkan.

2. Mustaiqinīn مُسْتَيْقِنِيْ نَ (al-Jāṡiyah/45: 32)

Bentuk isim fā‘il dari kata kerja istaiqana-yastaiqinu. Akar katanya dari (yā'-qāf-nūn) atau yaqīn. Ada tambahan huruf mīm, sīn dan tā'. Adanya tambahan huruf sīn dan tā' menunjukkan adanya arti mencari dengan sungguh-sungguh. Ungkapan wamā naḥnu bimustaiqinīn artinya, kami sekali-kali tidak meyakininya. Yakin artinya tetap dan jelas. Keyakinan adalah sebuah pengetahuan yang tidak lagi ada keraguan apapun terhadapnya. Kematian disebut juga yaqīn karena semua orang akan mempercayainya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto