Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 29 - Surat Al-Jāṡiyah (Berlutut)
الجاثية
Ayat 29 / 37 •  Surat 45 / 114 •  Halaman 501 •  Quarter Hizb 50.75 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

هٰذَا كِتٰبُنَا يَنْطِقُ عَلَيْكُمْ بِالْحَقِّ ۗاِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Hāżā kitābunā yanṭiqu ‘alaikum bil-ḥaqq(i), innā kunnā nastansikhu mā kuntum ta‘malūn(a).

(Allah berfirman,) “Inilah Kitab (catatan) Kami yang menuturkan kepadamu dengan hak. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan.”

Makna Surat Al-Jasiyah Ayat 29
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ketika kitab amal itu di serahkan kepada setiap umat, Allah berfirman, “Inilah kitab catatan Kami yang menuturkan kepadamu segala sesuatu yang telah kamu kerjakan di dunia dahulu dengan sebenar-benar-nya tanpa di kurangi dan di tambah sedikit pun. Sesungguhnya Kami telah menyuruh para malaikat pencatat amal untuk mencatat apa yang dahulu telah kamu kerjakan.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menyatakan firman-Nya kepada seluruh umat manusia bahwa kitab-kitab yang memuat catatan amal perbuatan itu adalah kitab yang benar, tidak ada suatu pun kesalahan terdapat di dalamnya, dibuat atas dasar perintah Allah Yang Mahakuasa, yang menjadi dasar pertimbangan untuk menentukan keputusan bagi umat manusia.

Allah juga menyatakan bahwa pada saat orang itu hidup di dunia, telah dikerahkan para pencatat amal perbuatan, baik perbuatan yang baik maupun perbuatan yang buruk. Catatan itu tidak mungkin salah karena dibuat dengan ketelitian yang tinggi sebagai alat bukti yang tidak dapat diragukan kebenarannya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Jāṡiyah جَاثِيَةٌ (al-Jāṡiyah/45: 28)

Bentuk isim fā‘il dari kata jaṡṡa. Akar katanya bisa terambil dari (jīm-ṡā'-wāw) berarti: jaṡā-yajṡū-juṡuwwan atau (jīm-ṡā'-yā') berarti jaṡā-yajṡī-juṡiyyan, jiṡiyyan. Artinya duduk di atas kedua lututnya atau sering disebut dengan bertekuk lutut. Sebuah pemandangan seorang yang tunduk, pasrah terhadap hukuman yang akan dia dapatkan. Ungkapan jāṡiyah adalah sifat semua umat manusia pada hari Kiamat yang tidak berdaya menghadapi nasib yang akan mereka dapatkan.

2. Mustaiqinīn مُسْتَيْقِنِيْ نَ (al-Jāṡiyah/45: 32)

Bentuk isim fā‘il dari kata kerja istaiqana-yastaiqinu. Akar katanya dari (yā'-qāf-nūn) atau yaqīn. Ada tambahan huruf mīm, sīn dan tā'. Adanya tambahan huruf sīn dan tā' menunjukkan adanya arti mencari dengan sungguh-sungguh. Ungkapan wamā naḥnu bimustaiqinīn artinya, kami sekali-kali tidak meyakininya. Yakin artinya tetap dan jelas. Keyakinan adalah sebuah pengetahuan yang tidak lagi ada keraguan apapun terhadapnya. Kematian disebut juga yaqīn karena semua orang akan mempercayainya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto