Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 3 - Surat Al-Jāṡiyah (Berlutut)
الجاثية
Ayat 3 / 37 •  Surat 45 / 114 •  Halaman 499 •  Quarter Hizb 50.5 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

اِنَّ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ لَاٰيٰتٍ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۗ

Inna fis-samāwāti wal-arḍi la'āyātil lil-mu'minīn(a).

Sesungguhnya di langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang mukmin.

Makna Surat Al-Jasiyah Ayat 3
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Sesungguhnya, pada penciptaan langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda keesaan, kekuasaan, dan kebesaran Allah bagi orang-orang mukmin yang imannya mantap.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa sebagai bukti Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana, dapat dilihat pada kejadian langit, bumi, pada diri manusia dan pada binatang yang beraneka ragam macamnya. Ditegaskan bahwa di langit dan di bumi, banyak sekali terdapat tanda-tanda kekuasaan dan keperkasaan Allah. Orang yang berpikiran sederhana, pasti akan berkesimpulan bahwa di balik kejadian langit dan bumi beserta semua yang ada di antaranya, tentu ada zat yang Maha Pencipta lagi Mahakuasa. Apalagi orang yang tinggi ilmunya, tentu lebih dapat memahaminya lagi.

Penciptaan langit, bumi dan isinya yang sangat menakjubkan sebagai tanda keagungan dan kekuasaan Allah bagi orang beriman, dan menunjukkan Allah-lah yang berhak disembah bukan selain Dia.

Dalam ayat ini disebutkan orang yang beriman bukan yang lainnya, karena merekalah yang dapat mengambil manfaat bahwa pencipta langit dan bumi adalah Allah, maka mereka tidak menyembah kecuali kepada-Nya.

Pada akhir ayat ini, Allah menjelaskan bahwa tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di langit dan di bumi itu menjadi tanda dan bukti wujud dan kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman. Dengan memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di langit dan di bumi itu, orang yang berjiwa bersih, berpikiran sehat yang ingin mencari kebenaran dan tidak dipengaruhi oleh godaan setan tentulah akan menjadi orang yang menerima kenyataan bahwa Al-Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad saw itu benar-benar wahyu dari Allah yang harus dilaksanakan oleh setiap manusia yang ingin hidup bahagia di dunia dan di akhirat. Sebaliknya, jiwa seseorang yang dikotori oleh noda-noda kemaksiatan, pikiran yang telah dibelenggu oleh kepercayaan syirik telah tergoda oleh tipu daya setan, maka bagaimana pun jelas dan cerahnya tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, mereka tidak akan dapat merasakan dan menghayatinya. Karena itu, mereka tetap bergelimang dalam kekafiran dan kemaksiatan.

Tanda-tanda kekuasaan Allah tersebar baik di langit maupun di bumi. Sebagai contoh adalah berkaitan dengan benda-benda langit seperti terurai pada Surah al-An‘ām/6: 96-97.

فَالِقُ الْاِصْبَاحِۚ وَجَعَلَ الَّيْلَ سَكَنًا وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَانًا ۗذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ ٩٦ وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ النُّجُوْمَ لِتَهْتَدُوْا بِهَا فِيْ ظُلُمٰتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ ٩٧

Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui. Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.

Menurut kajian saintis, manusia sejak awal peradaban telah mengunakan benda-benda di langit seperti matahari dan bumi sebagai perhitungan penanggalan. Penanggalan berbasis pada ‘gerak dan posisi matahari di langit bumi’, atau yang dikenal dengan Solar Calendar, telah dilakukan oleh peradaban Barat (berasal dari Romawi dan Yunani), India; sedang peradaban Yahudi, Arab, Cina, juga India menggunakan Lunar Calendar, yaitu perhitungan berbasiskan kepada ‘gerak dan posisi bulan di langit bumi’. Dalam bahasa astronomi, Solar Calendar berbasiskan pada lintasan-orbit bumi terhadap posisi matahari, sedang Lunar Calendar berbasis pada lintasan-orbit bulan terhadap posisi bumi dan matahari. Demikian halnya bintang-bintang di langit sebagai yang digunakan sebagai indikator navigasi. Dalam bahasa ilmiah, indikator navigasi yang menggunakan atau berbasiskan posisi bintang-bintang di langit ini disebut stellar navigation. Stellar navigation juga telah digunakan oleh para pengembara darat untuk menentukan arah perjalanannya. Dalam dunia modern sekarang ini, ternyata stellar navigation juga telah digunakan oleh pesawat antariksa, seperti jenis pesawat Ulang-alik (Space Shuttle): Columbia, Challenger, dan Enterprise.

Demikan halnya tanda-tanda kekuasaan Allah yang dapat dijumpai di bumi. Salah satunya adalah seperti disebut dalam Surah asy-Syūrā/42: 32 di atas, di mana gunung-gunung yang menurut awam tetap ditempatnya, ternyata mengapung dan bergerak.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yabuṡṡu يَبُثُّ (al-Jāṡiyah/45: 4)

Yabuṡṡu merupakan bentuk muḍāri‘ dari fi‘il māḍī baṡṡa artinya menebarkan. Dalam konteks ayat ini diceritakan bahwa Allah telah menebarkan hewan-hewan yang bergerak, baik dengan perutnya atau dengan kedua kaki atau keempat kakinya.

2. Ar-Riyāḥ الرِّيَاح (al-Jāṡiyah/45: 5)

Ar-riyāḥ adalah bentuk jamak dari rīḥ artinya “angin.” Tetapi dalam Al-Qur’an, rīḥ biasanya digunakan untuk azab, misalnya dalam Surah Fuṣṣilat/41: 16, fa arsalnā ‘alaihim rīḥan ṣarṣaran fī ayyāmin…, yang artinya, “Maka kami tiupkan angin yang menderu-deru kepada mereka dalam beberapa hari….”. Sedangkan kata riyāḥ digunakan untuk nikmat, seperti dalam Surah al-Ḥijr/15: 22, wa arsalnar-riyāḥa lawāqiḥ.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto