Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 2 - Surat Al-Jāṡiyah (Berlutut)
الجاثية
Ayat 2 / 37 •  Surat 45 / 114 •  Halaman 499 •  Quarter Hizb 50.5 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

تَنْزِيْلُ الْكِتٰبِ مِنَ اللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ

Tanzīlul-kitābi minallāhil-‘azīzil-ḥakīm(i).

Diturunkannya Kitab (Al-Qur’an) ini (berasal) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Makna Surat Al-Jasiyah Ayat 2
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kitab, yaitu Al-Qur’an ini diturunkan secara berangsur-angsur dari Allah Yang Mahaperkasa terhadap ketentuan-Nya, lagi Mahabijaksana terhadap semua keputusan dan ketentuan-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat pertama terdiri dari huruf-huruf hijaiah, sebagaimana terdapat pada permulaan beberapa Surah Al-Qur’an. Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud huruf-huruf itu. Selanjutnya dipersilahkan menelaah masalah ini pada “Al-Qur’an dan Tafsirnya” jilid I yaitu tafsir ayat pertama Surah al-Baqarah.”

Pada ayat berikutnya, Allah Yang Mahaperkasa dan Mahabijaksana menjelaskan bahwa kitab Al-Qur’an yang sempurna itu diturunkan kepada Rasul-Nya, Muhammad saw. Disebutkan sifat Allah “Mahaperkasa” dalam ayat ini agar tergambar dalam pikiran orang yang membaca atau mendengarnya, bahwa yang menurunkan kitab Al-Qur’an itu ialah Zat yang mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas, tidak dapat ditandingi dan tidak dapat dibantah kehendak-Nya. Keinginan dan kehendak-Nya pasti terlaksana sesuai dengan rencana-Nya, tidak ada kekuasaan lain yang mampu menghalang-halangi dan mengubahnya.

Demikian pula ditonjolkan sifat “Mahabijaksana” dalam ayat ini agar dipahami, bahwa dalam melaksanakan kehendak dan kekuasaan-Nya itu, Dia melaksanakan keadilan yang merata pada setiap makhluk-Nya. Dia bertindak, menciptakan dan melaksanakan sesuatu sesuai dengan guna dan faidahnya. Kebijaksanaan ini dapat disaksikan pada seluruh tindakan dan semua makhluk yang diciptakan-Nya, dari tingkat yang paling sederhana sampai ke tingkat yang paling sempurna.

Pada tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia, dan susunan serta ketentuan-ketentuan yang berlaku pada tata surya, orang dapat mengetahui bahwa pada tiap-tiap makhluk ada hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan yang tidak dapat dilanggar; semuanya harus tunduk dan patuh baik secara sukarela maupun terpaksa. Tidak satu makhluk pun yang melanggar dan menyalahi hukum dan ketentuan yang telah ditetapkan Allah baginya, kecuali akan mengakibatkan kerusakan dan kehancuran.

Apabila orang mau menggunakan pikirannya yang jernih dan sehat tentu akan mengakui kekuasaan dan kebijaksanaan Allah terhadap semua makhluk-Nya. Dan apabila ia telah yakin akan hal itu, tentu ia akan menerima dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai wahyu dan petunjuk Allah. Hal ini juga berarti bahwa diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw dalam bahasa Arab, disampaikan untuk pertama kalinya kepada orang-orang Quraisy, kemudian baru tersebar ke seluruh penjuru dunia, ada hikmahnya sesuai dengan guna dan faedahnya. Hikmah, guna dan faidahnya itu diketahui manusia dengan perantaraan Al-Qur’an sendiri. Ada yang diketahui berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dipunyai oleh seseorang, dan ada yang belum diketahui oleh manusia, karena Yang Mahatahu hanyalah Allah.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yabuṡṡu يَبُثُّ (al-Jāṡiyah/45: 4)

Yabuṡṡu merupakan bentuk muḍāri‘ dari fi‘il māḍī baṡṡa artinya menebarkan. Dalam konteks ayat ini diceritakan bahwa Allah telah menebarkan hewan-hewan yang bergerak, baik dengan perutnya atau dengan kedua kaki atau keempat kakinya.

2. Ar-Riyāḥ الرِّيَاح (al-Jāṡiyah/45: 5)

Ar-riyāḥ adalah bentuk jamak dari rīḥ artinya “angin.” Tetapi dalam Al-Qur’an, rīḥ biasanya digunakan untuk azab, misalnya dalam Surah Fuṣṣilat/41: 16, fa arsalnā ‘alaihim rīḥan ṣarṣaran fī ayyāmin…, yang artinya, “Maka kami tiupkan angin yang menderu-deru kepada mereka dalam beberapa hari….”. Sedangkan kata riyāḥ digunakan untuk nikmat, seperti dalam Surah al-Ḥijr/15: 22, wa arsalnar-riyāḥa lawāqiḥ.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto