Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 7 - Surat Al-Jumu‘ah (Jumat)
الجمعة
Ayat 7 / 11 •  Surat 62 / 114 •  Halaman 553 •  Quarter Hizb 56 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

وَلَا يَتَمَنَّوْنَهٗٓ اَبَدًاۢ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالظّٰلِمِيْنَ

Wa lā yatamannaunahū abadam bimā qaddamat aidīhim, wallāhu ‘alīmum biẓ-ẓālimīn(a).

Mereka tidak akan mengharapkan kematian itu selamanya disebabkan apa (keburukan) yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.

Makna Surat Al-Jumu‘ah Ayat 7
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Namun demikian, mereka tidak mungkin mengharapkan kematian. Dan mereka, tokoh-tokoh Yahudi di Madinah yang mengaku kekasih Allah tidak akan pernah mengharapkan kematian itu selamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Hal ini karena hati kecil mereka mengakui dirinya salah dan menyadari bahwa kematian akan mengungkapkan siapa yang salah dan siapa yang benar. Dan Allah Maha Mengetahui pengakuan, perasaan, dan kegelisahan orang-orang yang zalim, yaitu orang-orang yang menganiaya dirinya sendiri dengan berbuat kejahatan, padahal mereka mengetahuinya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menegaskan bahwa para penganut agama Yahudi tidak akan meminta cepat mati, karena mereka menyadari dan mengetahui kesalahan dan keadaan mereka yang bergelimang dosa. Kalau mereka betul-betul menginginkan agar cepat mati, pasti akan terlaksana atas iradat dan kodrat Allah, dan kepada mereka itu akan ditimpakan siksa Allah yang amat pedih.

وَلَتَجِدَ نَّهُمْ اَحْرَصَ النَّاسِ عَلٰى حَيٰوةٍ ۛوَمِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا ۛيَوَدُّ اَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ اَلْفَ سَنَةٍۚ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهٖ مِنَ الْعَذَابِ اَنْ يُّعَمَّرَۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا يَعْمَلُوْنَ ࣖ ٩٦

Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik. Masing-masing dari mereka, ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (al-Baqarah/2: 96)

Isi Kandungan Kosakata

Asfāran اَسْفَارًا (al-Jumu‘ah/62: 5)

Kata asfār adalah jamak dari kata sifrun yang berarti kitab. Akar katanya adalah safaral-bait yang berarti menyapu rumah. Darinya diambil kata safaraṣ-ṣubḥ yang berarti subuh itu telah terang. Di dalam Al-Qur’an disebutkan kata musfirah yang berarti terang, sebagaimana dalam firman Allah, “Pada hari itu ada wajah yang berseri-seri.” (‘Abasa/80: 38) Dan darinya diambil kata safīr yang berarti delegasi yang mendamaikan antara dua kaum. Dari sini diambil kata safarah, jamak dari safīr, yang berarti para malaikat pencatat amal, sebagaimana dalam firman Allah, “Di tangan para utusan (malaikat).” (‘Abasa/80: 15) Dan darinya diambil kata sifr yang berarti kitab besar, atau satu bagian dari Kitab Taurat. Kitab suci disebut sifr karena ia berfungsi menjelaskan sesuatu yang samar. Orang-orang Yahudi itu diberi kitab Taurat untuk mereka amalkan, tetapi mereka tidak mengamalkannya. Maka, Allah mengumpamakan mereka seperti keledai yang membawa kitab-kitab besar tanpa tahu isinya. Ia merasakan sebuah beban, tetapi ia tidak tahu apa itu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto