Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 8 - Surat Al-Jumu‘ah (Jumat)
الجمعة
Ayat 8 / 11 •  Surat 62 / 114 •  Halaman 553 •  Quarter Hizb 56 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ

Qul innal-mautal-lażī tafirrūna minhu fa innahū mulāqīkum ṡumma turaddūna ilā ‘ālimil-gaibi wasy-syahādati fa yunabbi'ukum bimā kuntum ta‘malūn(a).

Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya pasti akan menemuimu. Kamu kemudian akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan.”

Makna Surat Al-Jumu‘ah Ayat 8
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kematian yang tidak diharapkan itu pasti akan datang. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad kepada para pemuka Yahudi di Madinah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, karena kamu menyadari bahwa kematian akan mengungkapkan siapa yang salah dan siapa yang benar, ia, kematian, meskipun dijauhi pasti menemui kamu, di mana pun kamu berada; kemudian kamu, melalui pintu kematian, akan dikembalikan kepada Allah untuk mempertanggung-jawabkan semua perbuatan selama hidup di dunia. Dia Yang Maha Mengetahui yang gaib, yang tidak terlihat, dan yang nyata, yang kasat mata; lalu Dia akan memberitahukan kepada kamu dengan lengkap dan menyeluruh apa yang telah kamu kerjakan, baik kejahatan maupun kebaikan.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang Yahudi sangat takut menghadapi kematian dan berusaha menghindarinya. Oleh karena itu, Allah memerintahkan Rasulullah agar menyampaikan kepada mereka bahwa kematian pasti datang menemui mereka. Kemudian mereka dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang kelihatan, baik di langit maupun di bumi. Maka Allah memberitahukan kepada mereka segala apa yang telah mereka kerjakan, lalu dibalas sesuai dengan amal perbuatannya. Jahat dibalas dengan jahat, yaitu neraka, baik dibalas dengan baik, yaitu surga, sebagaimana firman Allah:

هَلْ يُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Me reka tidak dibalas melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. (Saba’/34: 33)

Dan firman-Nya:

وَلِلّٰ ِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَسَاۤءُوْا بِمَا عَمِلُوْا وَيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا بِالْحُسْنٰىۚ ٣١

Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga). (an-Najm/53: 31)

Isi Kandungan Kosakata

Asfāran اَسْفَارًا (al-Jumu‘ah/62: 5)

Kata asfār adalah jamak dari kata sifrun yang berarti kitab. Akar katanya adalah safaral-bait yang berarti menyapu rumah. Darinya diambil kata safaraṣ-ṣubḥ yang berarti subuh itu telah terang. Di dalam Al-Qur’an disebutkan kata musfirah yang berarti terang, sebagaimana dalam firman Allah, “Pada hari itu ada wajah yang berseri-seri.” (‘Abasa/80: 38) Dan darinya diambil kata safīr yang berarti delegasi yang mendamaikan antara dua kaum. Dari sini diambil kata safarah, jamak dari safīr, yang berarti para malaikat pencatat amal, sebagaimana dalam firman Allah, “Di tangan para utusan (malaikat).” (‘Abasa/80: 15) Dan darinya diambil kata sifr yang berarti kitab besar, atau satu bagian dari Kitab Taurat. Kitab suci disebut sifr karena ia berfungsi menjelaskan sesuatu yang samar. Orang-orang Yahudi itu diberi kitab Taurat untuk mereka amalkan, tetapi mereka tidak mengamalkannya. Maka, Allah mengumpamakan mereka seperti keledai yang membawa kitab-kitab besar tanpa tahu isinya. Ia merasakan sebuah beban, tetapi ia tidak tahu apa itu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto