قَالَ ذٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِۖ فَارْتَدَّا عَلٰٓى اٰثَارِهِمَا قَصَصًاۙ
Qāla żālika mā kunnā nabg(i), fartaddā ‘alā āṡārihimā qaṣaṣā(n).
Dia (Musa) berkata, “Itulah yang kita cari.” Lalu keduanya kembali dan menyusuri jejak mereka semula.
Dia, Nabi Musa, berkata, “Itulah tempat yang kita cari.” Nabi Musa menjelaskan kepada pembantunya bahwa tempat hilangnya ikan adalah tempat beliau akan bertemu dengan seorang hamba yang saleh yang dituju dalam perjalanan ini. Lalu keduanya kembali menuju tempat hilangnya ikan itu, mengikuti jejak mereka semula. Keduanya menelusuri jejak kaki yang telah dilewati sebelumnya agar tidak tersesat jalan menuju ke semula.
Mendengar jawaban seperti tersebut di atas, Nabi Musa menyambut-nya dengan gembira seraya berkata, “Itulah tempat yang kita cari. Di tempat itu, kita akan bertemu dengan orang yang kita cari, yaitu Nabi Khidir.” Mereka pun kembali mengikuti jejak semula, untuk mendapatkan batu yang mereka jadikan tempat berlindung. Menurut al-Biqa’ī, firman Allah dalam ayat ini menunjukkan bahwa mereka itu berjalan di padang pasir, sehingga tidak ada tanda-tanda, akan tetapi ada jejak mereka. Maka ada kemungkinan bahwa yang dimaksud dalam firman Allah tentang pertemuan dua laut itu ialah pertemuan air tawar (sungai Nil) dengan air asin (Laut Tengah) yaitu kota di Dimyaṭ atau Rasyid di negeri Mesir.
Majma’ al-Baḥrain مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ (al-Kahf/18: 60)
Sebagai kosakata, Mu’jam Alfāẓ al-Qur’ān al-Karīm mengartikan, majma’ ialah “tempat pertemuan,” dan baḥrain berarti “dua lautan,” jadi “pertemuan dua lautan.” Tetapi kalangan mufasir memberi penafsiran lebih jauh yang agak berbeda. Tafsir al-Baiḍawī mengatakan bahwa majma’ al-baḥrain ialah pertemuan dua lautan, Laut Persia dan Laut Tengah (Mediterania) sebelah timur. Dikatakan juga, artinya dua lautan ilmu, Musa dalam arti ilmu lahir dan Khidir ilmu batin. Al-Bagawī mengutip Qatadah mengatakan Laut Persia dan Laut Tengah sebelah timur, Muḥammad bin Ka’ab mengatakan, Tangier di Afrika Utara, sedang Ubai bin Ka’ab hanya mengatakan letaknya di Afrika. Abdullah Yusuf Ali berpendapat, pertemuan dua teluk di Laut Merah, yakni Teluk ‘Aqabah dan Teluk Suez, yang melingkari Semenanjung Sinai. Ada pula pendapat, bahwa majma’ al-baḥrain ialah “pertemuan dua Sungai Nil,” Nil Putih dan Nil Biru di Sudan. Wallāhu a’lam.













































