Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 63 - Surat Al-Kahf (Gua)
الكهف
Ayat 63 / 110 •  Surat 18 / 114 •  Halaman 301 •  Quarter Hizb 30.75 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

قَالَ اَرَاَيْتَ اِذْ اَوَيْنَآ اِلَى الصَّخْرَةِ فَاِنِّيْ نَسِيْتُ الْحُوْتَۖ وَمَآ اَنْسٰىنِيْهُ اِلَّا الشَّيْطٰنُ اَنْ اَذْكُرَهٗۚ وَاتَّخَذَ سَبِيْلَهٗ فِى الْبَحْرِ عَجَبًا

Qāla ara'aita iż awainā ilaṣ-ṣakhrati fa innī nasītul-ḥūt(a), wa mā ansānīhu illasy-syaiṭanu an ażkurah(ū), wattakhaża sabīlahū fil-baḥri ‘ajabā(n).

Dia (pembantunya) menjawab, “Tahukah engkau ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi, sesungguhnya aku lupa (bercerita tentang) ikan itu dan tidak ada yang membuatku lupa untuk mengingatnya, kecuali setan. (Ikan) itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh.”

Makna Surat Al-Kahf Ayat 63
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dia, yaitu pembantunya, menjawab, “Tahukah engkau wahai guru ketika kita tengah mencari tempat berlindung di batu tadi, untuk beristirahat, maka aku lupa meninggalkan ikan itu lalu ikan ituhilang mencebur ke laut, dan tidak ada yang membuat aku lupa, yakni lupa kepada ikan dan menyebabkan aku meninggalkannya, atau aku lupa tidak menceritakan peristiwa ini kepadamu, kecuali setan, dan sungguh ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.” Sungguh aneh, bagaimana ikan itu hidup lagi, lalu hilang mencebur ke laut, sehingga tak dapat ditemukan lagi.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, Yusya’ menjawab secara jujur bahwa ketika mereka beristirahat dan berlindung di batu tempat bertemunya dua laut, ikan itu telah hidup kembali dan menggelepar-gelepar, lalu masuk ke laut dengan cara yang sangat mengherankan. Namun, dia lupa dan tidak menceritakan kepada Nabi Musa a.s.. Kekhilafan ini bukan karena ia tidak bertanggung jawab, tetapi setan yang menyebabkannya.

Isi Kandungan Kosakata

Majma’ al-Baḥrain مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ (al-Kahf/18: 60)

Sebagai kosakata, Mu’jam Alfāẓ al-Qur’ān al-Karīm mengartikan, majma’ ialah “tempat pertemuan,” dan baḥrain berarti “dua lautan,” jadi “pertemuan dua lautan.” Tetapi kalangan mufasir memberi penafsiran lebih jauh yang agak berbeda. Tafsir al-Baiḍawī mengatakan bahwa majma’ al-baḥrain ialah pertemuan dua lautan, Laut Persia dan Laut Tengah (Mediterania) sebelah timur. Dikatakan juga, artinya dua lautan ilmu, Musa dalam arti ilmu lahir dan Khidir ilmu batin. Al-Bagawī mengutip Qatadah mengatakan Laut Persia dan Laut Tengah sebelah timur, Muḥammad bin Ka’ab mengatakan, Tangier di Afrika Utara, sedang Ubai bin Ka’ab hanya mengatakan letaknya di Afrika. Abdullah Yusuf Ali berpendapat, pertemuan dua teluk di Laut Merah, yakni Teluk ‘Aqabah dan Teluk Suez, yang melingkari Semenanjung Sinai. Ada pula pendapat, bahwa majma’ al-baḥrain ialah “pertemuan dua Sungai Nil,” Nil Putih dan Nil Biru di Sudan. Wallāhu a’lam.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto