
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Transisi kata ke kataku mulai terbata-bata
Berjalan ke mana jiwa lamaku kapan lagi bernostalgia
Kelopak mataku lelah menjabarkan arti malaya
Melanda redup tantrumku
Lirik ini menggambarkan perasaan penulis yang sedang dalam kondisi transisi, di mana kata-... tampilkan semua
Bait ke bait mulai kurakit menari paras sakitku
Hingga sulit ′ku berdamai dengan nalar tak terkontaminasi
Dalam bait ini, penulis merangkai kata-kata yang mencerminkan sakit emosional dan mentalny... tampilkan semua
Merasa haus dipuji
Hingga 'ku lupa diri
Lirik yang singkat ini merujuk pada perasaan haus atau keinginan yang besar untuk dipuji d... tampilkan semua
Mati suri rasa canduku
Frasa ini menggambarkan situasi di mana kecanduan atau kebiasaan lama telah mengalami jeda... tampilkan semua
Sudah pernah hilang
Sudah pernah di alam sana
Sudah pernah gila
Sudah pernah di dalam sana
Lirik ini menceritakan perjalanan emosional atau pengalaman hidup yang kelam dan intens. P... tampilkan semua
Berbekal selembar peta
Berakhir di surau tua
Dengan mengandalkan selembar peta, penulis menggambarkan perjalanan yang akhirnya membawa ... tampilkan semua
Dalam industri musik Indonesia, grup musik Fourtwnty selalu berhasil menyajikan lirik yang puitis dan mendalam, dan lagu "Nyanyian Surau" adalah salah satu contoh terbaik dari gaya mereka. Dengan tema yang mendalam dan refleksi jiwa, lagu ini mengajak pendengarnya untuk merenungkan kembali perjalanan hidup dan makna dari pengalaman yang telah dilalui.
Analisis Lirik
Lagu ini dibuka dengan penyampaian yang cukup emosional, yang terlihat jelas dari kalimat:
"Transisi kata ke kataku mulai terbata-bata"
Kalimat ini menggambarkan kesulitan dalam mengekspresikan perasaan dan pikirannya. Ada nuansa kerinduan dan ketidakpastian yang dirasakan ketika seseorang mencoba untuk mengartikulasikan perasaannya.
Selanjutnya, ia melanjutkan dengan:
"Berjalan ke mana jiwa lamaku kapan lagi bernostalgia"
Frasa ini menunjukkan keinginan untuk kembali ke masa lalu, mencari momen yang berharga dan mungkin mencerminkan kehilangan. Nostalgia sering kali menjadi pelarian ketika kita dihadapkan dengan kenyataan hidup yang keras.
Menggali lebih dalam, lirik selanjutnya:
"Kelopak mataku lelah menjabarkan arti malaya"
Di sini, kata "malaya" tampaknya menyoroti kebebasan atau kondisi tanpa batasan, namun di sisi lain juga menandakan rasa lelah dalam memperjuangkan makna dari kebebasan itu sendiri. Setiap usaha untuk memahami selalu diwarnai dengan perjuangan batin yang berat.
Konflik Internal
Konflik batin yang dialami oleh penyanyi tergambar jelas dalam bait:
"Hingga sulit 'ku berdamai dengan nalar tak terkontaminasi"
Ini menciptakan gambaran seseorang yang terjebak antara realitas dan sebuah idealisme. Ada keinginan untuk memiliki pikiran yang jernih, namun menghadapi banyak pengaruh eksternal yang sering kali mengganggu. Hal ini menciptakan keresahan yang mendalam dalam diri.
Pada bagian lain, ia mengekspresikan:
"Merasa haus dipuji hingga 'ku lupa diri"
Rasa haus akan pengakuan dan pujian sering kali membuat seseorang kehilangan arah. Perasaan ini adalah refleksi umum di era modern saat ini, di mana banyak orang mungkin terjebak dalam pencarian validasi dari orang lain.
Patah Hati dan Kebangkitan
Refleksi mendalam berlanjut dengan:
"Sudah pernah hilang, sudah pernah di alam sana"
Frasa ini mencerminkan pengalaman kehilangan dan perjalanan menuju penerimaan. Ada pengakuan akan masa lalu yang berkaitan dengan kekecewaan dan keputusasaan—sebuah perjalanan emosional yang penuh liku-liku.
Penutup yang Filosofis
Di akhir lirik, ditemukan:
"Berbekal selembar peta, berakhir di surau tua"
Kata "surau tua" di sini bisa diartikan sebagai tempat refleksi dan ketenangan. Ini menunjukkan bahwa setelah melalui berbagai pengalaman hidup yang penuh tantangan, individu akhirnya menemukan tempat bernostalgia dan merenungi perjalanan yang telah dilalui.
Kesimpulan
Lagu "Nyanyian Surau" oleh Fourtwnty adalah sebuah perjalanan emosional yang berhasil menangkap perasaan nostalgia, kehilangan, dan pencarian identitas. Dengan lirik yang mendalam dan puitis, Fourtwnty berhasil menyuguhkan refleksi jati diri yang bagi banyak orang mungkin sangat relatable. Melalui alunan melodi dan lirik yang menyentuh hati, pendengar tidak hanya disuguhkan dengan hiburan, tetapi juga disajikan pemikiran mendalam tentang hidup dan perjalanan seseorang.










































