
Dirilis pada tanggal 20 April 2018, album Ego & Fungsi Otak dari Fourtwnty mempersembahkan serangkaian lagu yang bukan hanya menggugah emosi, tetapi juga menggambarkan pertanyaan dan perjalanan hidup yang kompleks. Fourtwnty, yang dikenal dengan aransemen musik yang khas dan lirik puitis, kembali menunjukkan kemampuan mereka dalam menangkap nuansa kehidupan sehari-hari melalui seni musik.
Dengan mencakup berbagai genre seperti indonesian folk, indonesian indie, dan indonesian pop, album ini menawarkan palet suara yang beragam. Berikut adalah ulasan dari setiap lagu dalam album ini:
- Segelas Berdua:
Lagu pembuka ini membawa pendengar ke dalam momen romantis yang sederhana namun mendalam. Dengan menggambarkan suasana alam yang hijau dan imagery bunga lili, Segelas Berdua melukiskan keindahan cinta yang tulus saat seorang pemuda berkunjung ke rumah kekasihnya. Melalui lirik yang menyentuh, Fourtwnty berhasil menangkap keanggunan dari hubungan yang tulus.
- Zona Nyaman (From "Filosofi Kopi 2: Ben & Jody"):
Lagu ini berbicara mengenai perjalanan seseorang yang terjebak dalam ambisi dan tekanan dunia. Dengan lirik yang mendalam, Zona Nyaman menekankan pentingnya meninggalkan zona nyaman untuk menemukan jati diri dan menjalin kedekatan dengan orang-orang yang sejiwa. Pesan positif tentang pertumbuhan dan kebangkitan semangat untuk berkarya menjadi inti dari lagu ini.
- Kusut:
Memasuki wilayah yang lebih gelap, Kusut menggambarkan perjuangan batin seseorang yang terjebak dalam kerinduan. Lirik yang kuat memperlihatkan dilema antara keinginan dan ketidakberdayaan, menciptakan suasana yang dalam dan melankolis. Lagu ini menjadi refleksi bagi siapa pun yang pernah merasakan sakit akibat cinta.
- Nyanyian Surau:
Lagu ini menyajikan cerita emosional mengenai seseorang yang berjuang menghadapi trauma dan kerinduan masa lalu. Dengan lirik puitis yang brilian, Nyanyian Surau menciptakan gambaran bingung dan kelelahan mental, meliputi pencarian makna dan ketenangan dalam perjalanan hidupnya. Simbol peta dan surau tua menjadi penanda pencarian diri yang mendalam.
- Realita:
Lagu ini mencerminkan pengalaman khas anak muda dalam hubungan penuh gairah yang harus menghadapi kenyataan pahit. Realita tidak hanya menggugah rasa nostalgia, tetapi juga menawarkan refleksi tentang cinta pertama yang intens, meskipun tidak selalu berujung bahagia.
- Trilogi:
Dikenal sebagai lagu yang paling dalam, Trilogi menjelajahi perjuangan batin dan kesedihan yang mendalam. Liriknya mengajak pendengar merasakan suasana gelap, teror, dan penyesalan, sekaligus mengekspresikan keinginan untuk memahami dan melepaskan diri dari beban emosional yang menghimbun.
- Kita Pasti Tua:
Menutup album, Kita Pasti Tua menawarkan pandangan yang reflektif tentang perjalanan hidup dan penuaan. Meskipun fisik melemah, semangat dan jiwa muda tetap ada. Lirik puitis di dalamnya mengajak pendengar untuk menerima kenyataan bahwa setiap orang pasti mengalami proses bertambah usia.
Secara keseluruhan, Ego & Fungsi Otak adalah karya yang sangat baik dari Fourtwnty; setiap lagu berfungsi sebagai cermin bagi pengalaman emosi yang universal. Dengan lirik yang puitis dan aransemen yang kaya, album ini tidak hanya menjadi pendamping saat bersantai, tetapi juga memaksa pendengar untuk merenung tentang kehidupan dan hubungan yang mereka jalani. Fourtwnty berhasil menciptakan album yang relevan dan menyentuh, menjadikannya salah satu album terbaik di tahun 2018.










































