Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 62 - Surat Al-Kahf (Gua)
الكهف
Ayat 62 / 110 •  Surat 18 / 114 •  Halaman 301 •  Quarter Hizb 30.75 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتٰىهُ اٰتِنَا غَدَاۤءَنَاۖ لَقَدْ لَقِيْنَا مِنْ سَفَرِنَا هٰذَا نَصَبًا

Falammā jāwazā qāla lifatāhu ātinā gadā'anā laqad laqīnā min safarinā hāżā naṣabā(n).

Ketika mereka telah melewati (tempat itu), Musa berkata kepada pembantunya, “Bawalah kemari makanan kita. Sungguh, kita benar-benar telah merasa letih karena perjalanan kita ini.”

Makna Surat Al-Kahf Ayat 62
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Nabi Musa dan pembantunya meneruskan perjalanan, maka ketika mereka telah melewati tempat hilangnya ikan itu dan keduanya hendak beristirahat sambil menyantap bekal yang mereka bawa, Nabi Musa berkata kepada pembantunya, “Bawalah kemari makanan (ikan) kita, sungguh kita telah merasa letih karena perjalanan kita yang jauh pada hari ini.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, Allah menceritakan bahwa keduanya terus melanjut-kan perjalanannya siang dan malam. Nabi Musa pun merasa lapar dan berkata kepada muridnya, “Bawalah kemari makanan kita, sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan ini.”

Perasaan lapar dan lelah setelah melampaui tempat pertemuan dua laut itu ternyata mengandung hikmah, yaitu mengembalikan ingatan Nabi Musa a.s. kepada ikan yang mereka bawa.

Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan betapa luhurnya budi pekerti Musa a.s. dalam bersikap kepada muridnya. Apa yang dibawa oleh muridnya sebagai bekal itu merupakan milik bersama, bukan hanya milik sendiri. Betapa halus perasaannya ketika menyadari bahwa letih dan lapar itu tidak hanya dirasakan dirinya, tetapi juga dirasakan orang lain.

Isi Kandungan Kosakata

Majma’ al-Baḥrain مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ (al-Kahf/18: 60)

Sebagai kosakata, Mu’jam Alfāẓ al-Qur’ān al-Karīm mengartikan, majma’ ialah “tempat pertemuan,” dan baḥrain berarti “dua lautan,” jadi “pertemuan dua lautan.” Tetapi kalangan mufasir memberi penafsiran lebih jauh yang agak berbeda. Tafsir al-Baiḍawī mengatakan bahwa majma’ al-baḥrain ialah pertemuan dua lautan, Laut Persia dan Laut Tengah (Mediterania) sebelah timur. Dikatakan juga, artinya dua lautan ilmu, Musa dalam arti ilmu lahir dan Khidir ilmu batin. Al-Bagawī mengutip Qatadah mengatakan Laut Persia dan Laut Tengah sebelah timur, Muḥammad bin Ka’ab mengatakan, Tangier di Afrika Utara, sedang Ubai bin Ka’ab hanya mengatakan letaknya di Afrika. Abdullah Yusuf Ali berpendapat, pertemuan dua teluk di Laut Merah, yakni Teluk ‘Aqabah dan Teluk Suez, yang melingkari Semenanjung Sinai. Ada pula pendapat, bahwa majma’ al-baḥrain ialah “pertemuan dua Sungai Nil,” Nil Putih dan Nil Biru di Sudan. Wallāhu a’lam.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto