وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ
Wa yunżiral-lażīna qāluttakhażallāhu waladā(n).
(Dia menurunkan Al-Qur’an itu) juga agar Dia memberi peringatan kepada orang-orang yang berkata, “Allah mengangkat seorang anak.”
Dan Kitab suci Al-Qur’an juga diturunkan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, “Allah telah mengambil seorang anak sebagaimana kepercayaan orang Yahudi dan Nasrani.”
Dalam ayat ini Allah kembali menyebutkan tugas Rasulullah untuk memberikan peringatan kepada kaum kafir, karena kekufuran mereka dipandang perkara besar oleh Allah, terutama orang-orang kafir yang mengatakan Allah itu mempunyai anak.
Mereka itu terbagi menjadi tiga golongan, yaitu: pertama, golongan musyrikin Mekah (Arab) yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu putri Tuhan; kedua, golongan orang Yahudi yang mengatakan bahwa Uzair putra Tuhan; dan ketiga, golongan orang Nasrani yang mengatakan bahwa Isa putra Tuhan.
Al-Qur’an diturunkan ke dunia untuk mengembalikan kepercayaan umat manusia kepada tauhid yang murni. Banyak ayat-ayat yang mengancam berbagai kepercayaan kepada selain Allah yang dianggap sebagai keyakinan yang sangat keliru.
Firman Allah swt:
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرُ ِۨابْنُ اللّٰهِ وَقَالَتِ النَّصٰرَى الْمَسِيْحُ ابْنُ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِاَفْوَاهِهِم ْۚ يُضَاهِـُٔوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُ ۗقَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۚ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ ٣
Dan orang-orang Yahudi berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (at-Taubah/9: 30)
Bākhi’ Nafsaka بَاخِعٌ نَفْسَكَ (al-Kahf/18: 6)
Bākhi’ nafsaka artinya orang yang menyiksa atau menyengsarakan diri. Ayat 6 Surah al-Kahf ini dimulai dengan la’alla (ﻟﻌﻞ) yaitu:أداة التمني suatu kata yang biasa digunakan pada kalimat bentuk impian atau harapan. Tetapi la’alla dalam ayat ini dimaksudkan sebagai kata tanya yang bersifat inkari yang mengandung pengertian an-nahyu atau larangan. Maka ﻓﻠﻌﻠﻚ ﺑﺎخع ﻧﻔﺴﻚ artinya secara bebas ialah: Maka apakah kamu –mudah-mudahan tidak- akan menyiksa atau mencelakakan dirimu? Nabi memang sangat bersedih dan kecewa berat melihat orang-orang Quraisy tidak mau menerima ajaran dan dakwahnya, padahal keadaan mereka sudah sangat rusak, suka membunuh, berzina, minum minuman keras, bertindak kasar dan jahat, sama sekali tidak pernah menyayangi orang lemah, suka melakukan wa’dul banāt yaitu mengubur hidup-hidup anak mereka yang lahir perempuan, dan begitulah adat Jahiliah. Akan tetapi, mengapa mereka menolak petunjuk agama yang baik untuk beriman dan beramal saleh. Dalam hal ini, Allah kembali mengingatkan Nabi, bahwa tugas nabi dan rasul hanyalah menyampaikan dakwah, bukan memberi hidayah kepada mereka. Apabila Nabi sudah menyampaikan dakwahnya dan menjelaskannya dengan baik, maka tugasnya sudah selesai.















































