وَمَنْ يَّتَوَلَّ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَاِنَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ الْغٰلِبُوْنَ ࣖ
Wa may yatawallallāha wa rasūlahū wal-lażīna āmanū fa inna ḥizballāhi humul-gālibūn(a).
Siapa yang menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, sesungguhnya para pengikut Allah itulah yang akan menjadi pemenang.
Tuntunan Al-Qur'an tentang penolong dan pemimpin mesti dipahami dan diikuti, karena itu barang siapa yang menjadikan Allah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya dalam menyelesaikan segala urusannya, maka sungguh mereka akan mendapatkan bukti bahwa pengikut agama Allah itulah yang akan menang.
Ayat ini merupakan jaminan Allah kepada orang mukmin yang telah menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang mukmin menjadi pemimpin dan penolongnya. Allah menjamin dan menjanjikan kemenangan bagi mereka. Mereka dinamakan “hizbullah”, penganut agama Allah yang setia. Pertolongan Allah akan turun kepada mereka, sehingga mereka akan mendapat kemenangan yang paling gemilang.
Yartadd يَرْتَدّ (al-Mā’idah/5: 54)
Secara etimologis, yartadd adalah fi’il muḍari’ dari kata irtadda masdarnya ar-riddah dan al-irtidād, berarti “kembali”, “mundur”, atau “berbalik”. Namun ar-riddah khusus digunakan untuk berbaliknya seseorang dari Islam menjadi kafir, sedangkan al-irtidād bisa digunakan pada arti di atas dan bisa pula digunakan pada arti yang lainnya (lihat Muhammad/47:25). Dalam ayat 54, kata itu berarti orang-orang Islam yang kembali kepada perilaku dan kepercayaan sebelumnya (kekafiran) atau meninggalkan keislamannya.











































