Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 62 - Surat Al-Mā'idah (Hidangan)
الماۤئدة
Ayat 62 / 120 •  Surat 5 / 114 •  Halaman 118 •  Quarter Hizb 12.5 •  Juz 6 •  Manzil 2 • Madaniyah

وَتَرٰى كَثِيْرًا مِّنْهُمْ يُسَارِعُوْنَ فِى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاَكْلِهِمُ السُّحْتَۗ لَبِئْسَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Wa tarā kaṡīram minhum yusāri‘ūna fil-iṡmi wal-‘udwāni wa aklihimus-suḥt(a), labi'sa mā kānū ya‘malūn(a).

Kamu akan melihat banyak di antara mereka (Ahlulkitab) berlomba-lomba dalam perbuatan dosa, permusuhan, dan memakan (makanan) yang haram. Sungguh, itulah seburuk-buruk apa yang selalu mereka kerjakan.

Makna Surat Al-Ma'idah Ayat 62
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Selanjutnya Allah memberikan informasi kepada nabi dan rasul-Nya," Kamu, wahai Nabi Muhammad, akan melihat banyak di antara mereka, yaitu orang Yahudi yang berlomba dalam berbuat dosa, menimbulkan permusuhan, baik di antara mereka sendiri maupun dengan orang mukmin, dan memakan yang haram tanpa menghiraukan syariat yang telah ditetapkan Tuhan. Sungguh, sangat buruk apa saja yang telah mereka perbuat dan yang mereka kerjakan."

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menjelaskan pula sesuatu yang maksudnya sebagai berikut: “Dan engkau ya Muhammad, akan melihat banyak di antara orang-orang Yahudi menjadikan agamamu sebagai bahan ejekan dan permainan. Mereka segera melanjutkan dan meneruskan perbuatan dosa dan permusuhan, dengan perkataan, seperti mengejek, menghina, membohong dan sebagainya. Selain itu mereka senantiasa makan yang haram, seperti riba, uang suap, korupsi dan sebagainya.

Selanjutnya Allah berfirman yang maksudnya: “Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan itu”, karena pada hakikatnya mereka telah menenggelamkan diri sendiri ke dalam lautan kejahatan yang tidak berpantai, sehingga mereka tidak dapat ditolong lagi.

Isi Kandungan Kosakata

Tanqimūn تَنْقِمُوْنَ (al-Mā’idah/5: 59)

Tanqimūn berasal dari kata kerja naqama-yanqimu masdarnya an-niqmah yang artinya “mengingkari”, dan “mencela baik dengan perkataan maupun dengan hukuman”. Dalam ayat ini kata tanqimūn dipergunakan untuk arti menganggap salah dan mencela. Ahli Kitab mencela umat Islam karena mengikuti syariat yang diwahyukan kepada Rasulullah saw., dan tidak mengikuti syariat mereka. Celaan Ahli Kitab ini pada dasarnya dilandasi ketidaksenangan mereka terhadap Nabi saw., yang membawa syariat baru untuk menggantikan syariat yang mereka anut. Keadaan demikian mereka tunjukkan dengan selalu menyalahkan sikap dan kegiatan yang dilakukan umat Islam.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto