Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 63 - Surat Al-Mā'idah (Hidangan)
الماۤئدة
Ayat 63 / 120 •  Surat 5 / 114 •  Halaman 118 •  Quarter Hizb 12.5 •  Juz 6 •  Manzil 2 • Madaniyah

لَوْلَا يَنْهٰىهُمُ الرَّبّٰنِيُّوْنَ وَالْاَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الْاِثْمَ وَاَكْلِهِمُ السُّحْتَۗ لَبِئْسَ مَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ

Lau lā yanhāhumur-rabbāniyyūna wal-aḥbāru ‘an qaulihimul-iṡma wa aklihimus-suḥt(a), labi'sa mā kānū yaṣna‘ūn(a).

Mengapa para ulama dan pendeta tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan (makanan) yang haram? Sungguh, itulah seburuk- buruk apa yang selalu mereka perbuat.

Makna Surat Al-Ma'idah Ayat 63
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Di antara sebab dari perbuatan buruk yang dilakukan orang-orang Yahudi itu adalah karena mereka tidak mendapat peringatan dari pendetanya. Karena itu muncul pertanyaan mengapa para ulama Yahudi dan para pendeta mereka, setelah mengetahui perilaku masyarakat, tidak melarang mereka yang sering mengucapkan perkataan bohong dan terbiasa memakan yang haram? Bila terus dibiarkan, sungguh, hal itu merupakan kebiasaan yang sangat buruk dan apa yang mereka perbuat merupakan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menyatakan celaan yang maksudnya sebagai berikut: Mengapa orang-orang alim dan pendeta-pendeta Yahudi tidak mau melarang umatnya berbohong dan makan harta yang haram?

Ibnu Abbas menceritakan bahwa tidak ada di dalam Al-Qur’an celaan yang lebih keras dari ayat ini terhadap para ulama yang melalaikan tugas mereka dalam menyampaikan dakwah tentang larangan-larangan dan kejahatan-kejahatan. Para ulama tafsir mengatakan bahwa ayat ini bukanlah sekedar menceritakan cercaan Allah kepada para pendeta Yahudi yang tidak menunjuki jalan yang baik bagi orang-orang Yahudi yang berbuat fasik, tetapi yang lebih penting dari itu yang harus kita sadari ialah bahwa orang Yahudi melarang para ulama Islam menyampaikan dakwah terutama menganjurkan perbuatan yang baik dan mencegah perbuatan yang jelek.

Isi Kandungan Kosakata

Tanqimūn تَنْقِمُوْنَ (al-Mā’idah/5: 59)

Tanqimūn berasal dari kata kerja naqama-yanqimu masdarnya an-niqmah yang artinya “mengingkari”, dan “mencela baik dengan perkataan maupun dengan hukuman”. Dalam ayat ini kata tanqimūn dipergunakan untuk arti menganggap salah dan mencela. Ahli Kitab mencela umat Islam karena mengikuti syariat yang diwahyukan kepada Rasulullah saw., dan tidak mengikuti syariat mereka. Celaan Ahli Kitab ini pada dasarnya dilandasi ketidaksenangan mereka terhadap Nabi saw., yang membawa syariat baru untuk menggantikan syariat yang mereka anut. Keadaan demikian mereka tunjukkan dengan selalu menyalahkan sikap dan kegiatan yang dilakukan umat Islam.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto