Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 29 - Surat Al-Mā'idah (Hidangan)
الماۤئدة
Ayat 29 / 120 •  Surat 5 / 114 •  Halaman 112 •  Quarter Hizb 12 •  Juz 6 •  Manzil 2 • Madaniyah

اِنِّيْٓ اُرِيْدُ اَنْ تَبُوْۤاَ بِاِثْمِيْ وَاِثْمِكَ فَتَكُوْنَ مِنْ اَصْحٰبِ النَّارِۚ وَذٰلِكَ جَزٰۤؤُا الظّٰلِمِيْنَۚ

Innī urīdu an tabū'a bi'iṡmī wa iṡmika fa takūna min aṣḥābin-nār(i), wa żālika jazā'uẓ-ẓālimīn(a).

Sesungguhnya aku ingin engkau kembali (kepada-Nya) dengan (membawa) dosa (karena membunuh)-ku dan dosamu (sebelum itu) sehingga engkau akan termasuk penghuni neraka. Itulah balasan bagi orang-orang yang zalim.”

Makna Surat Al-Ma'idah Ayat 29
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Sesudah mengungkapkan sikapnya, kemudian Habil mengatakan, “Sesungguhnya, dengan perbuatanmu yang zalim ini, aku ingin agar engkau kelak di akhirat akan kembali dengan membawa dosa karena telah membunuh-ku dan dosamu sendiri sebagai akibat dari ketidakikhlasanmu, maka engkau kelak akan menjadi penghuni neraka yang abadi, dan itulah balasan yang ditetapkan Allah bagi orang yang zalim.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Habil memberi jawaban kepada Qabil bahwa Habil berserah diri kepada Allah dan tidak mau menantangnya agar semua dosa, baik dosa Qabil maupun dosa-dosa yang lain sesudah itu, dipikul oleh Qabil sendiri. Habil mendasarkan pernyataannya pada tiga hal yang sangat penting. Pertama, bahwa amal yang dapat diterima itu hanya dari orang yang bertakwa. Kedua, Habil tidak akan membunuh orang, karena takut kepada Allah dan ketiga, Habil tidak melawan, karena takut berdosa yang mengakibatkan akan masuk neraka.

Isi Kandungan Kosakata

Tabū’a تَبُوْءَ (al-Mā’idah/5: 29)

Arti kata tabū’a adalah “kembali”. Kemudian arti kata ini digunakan secara metafora dalam memperoleh akibat dari suatu tindakan atau perbuatan. Dalam ayat ini Habil mengatakan kepada saudaranya Qabil yang berupaya untuk membunuhnya bahwa dia tidak akan melawan saudaranya ketika akan membunuhnya, yang dia inginkan hanyalah semua dosa-dosanya ditanggung oleh saudaranya yang akan membunuhnya ketika dia kembali menghadap Allah. Di balik perkataan Habil ini terkandung maksud menasehati, mengingatkan dan menyadarkan saudaranya bahwa pembunuhan merupakan dosa besar. Pelaku pembunuhan akan menanggung dosa tindakan tersebut bahkan menanggung dosa orang yang dibunuhnya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto