Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 28 - Surat Al-Mā'idah (Hidangan)
الماۤئدة
Ayat 28 / 120 •  Surat 5 / 114 •  Halaman 112 •  Quarter Hizb 12 •  Juz 6 •  Manzil 2 • Madaniyah

لَىِٕنْۢ بَسَطْتَّ اِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِيْ مَآ اَنَا۠ بِبَاسِطٍ يَّدِيَ اِلَيْكَ لِاَقْتُلَكَۚ اِنِّيْٓ اَخَافُ اللّٰهَ رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ

La'im basaṭta ilayya yadaka litaqtulanī mā ana bibāsiṭiy yadiya ilaika li'aqtulak(a), innī akhāfullāha rabbal-‘ālamīn(a).

Sesungguhnya jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.

Makna Surat Al-Ma'idah Ayat 28
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Selanjutnya Habil mengatakan, “Sungguh, jika engkau memang benar-benar berniat untuk menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, maka ketahuilah bahwa aku tidak akan membalas dengan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku sangat takut kepada murka dan ancaman Allah bila melakukan perbuatan itu. Dialah Allah, Tuhan seluruh alam.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini mewajibkan kita menghormati kehormatan jiwa manusia dan melarang pertumpahan darah. Kemudian Allah menerangkan bahwa Habil tidak akan membalas tantangan Qabil karena takutnya kepada Allah. Habil tidak berniat menjawab tantangan Qabil, karena hal itu dianggapnya bertentangan dengan sifat-sifat orang yang takwa dan dia tidak ingin memikul dosa pembunuhan. Rasulullah bersabda:

عَنْ اَبِيْ بَكْرَةَ, قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفِهِمَا فَقَتَلَ اَحَدُهُمَا صَاحِبَهُ فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُوْل ُ فِى النَّارِ، قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ! هٰذَا الْقَاتِلُ فَمَا بَالُ الْمَقْتُوْلُ؟ قَالَ: اِنَّهُ كَانَ حَرِيْصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِهِ (رواه أحمد والبخاري والبيهقي والحاكم)

Dari Abi Bakrah, Rasulullah saw, bersabda, “Jika dua orang Muslim berkelahi masing-masing dengan pedangnya kemudian yang seorang membunuh yang lain, maka keduanya baik yang membunuh maupun yang dibunuh masuk neraka. Kepada Rasulullah ditanyakan: “Yang membunuh ini telah jelas (hukumnya) tetapi bagaimana yang dibunuh? Dijawab oleh Nabi “(Masuk neraka pula)” Karena dia pun berusaha keras untuk membunuh temannya.” (Riwayat Aḥmad, al-Bukhārī, al-Baihaqi dan al-Ḥākim).

Isi Kandungan Kosakata

Tabū’a تَبُوْءَ (al-Mā’idah/5: 29)

Arti kata tabū’a adalah “kembali”. Kemudian arti kata ini digunakan secara metafora dalam memperoleh akibat dari suatu tindakan atau perbuatan. Dalam ayat ini Habil mengatakan kepada saudaranya Qabil yang berupaya untuk membunuhnya bahwa dia tidak akan melawan saudaranya ketika akan membunuhnya, yang dia inginkan hanyalah semua dosa-dosanya ditanggung oleh saudaranya yang akan membunuhnya ketika dia kembali menghadap Allah. Di balik perkataan Habil ini terkandung maksud menasehati, mengingatkan dan menyadarkan saudaranya bahwa pembunuhan merupakan dosa besar. Pelaku pembunuhan akan menanggung dosa tindakan tersebut bahkan menanggung dosa orang yang dibunuhnya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto