Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 116 - Surat Al-Mā'idah (Hidangan)
الماۤئدة
Ayat 116 / 120 •  Surat 5 / 114 •  Halaman 127 •  Quarter Hizb 13.5 •  Juz 7 •  Manzil 2 • Madaniyah

وَاِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ ءَاَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُوْنِيْ وَاُمِّيَ اِلٰهَيْنِ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗقَالَ سُبْحٰنَكَ مَا يَكُوْنُ لِيْٓ اَنْ اَقُوْلَ مَا لَيْسَ لِيْ بِحَقٍّ ۗاِنْ كُنْتُ قُلْتُهٗ فَقَدْ عَلِمْتَهٗ ۗتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ وَلَآ اَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِكَ ۗاِنَّكَ اَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ

Wa iż qālallāhu yā ‘īsabna maryama a'anta qulta lin-nāsittakhiżūnī wa ummiya ilāhaini min dūnillah(i), qāla subḥānaka mā yakūnu lī an aqūla mā laisa lī biḥaqq(in), in kuntu qultuhū faqad ‘alimtah(ū), ta‘lamu mā fī nafsī wa lā a‘lamu mā fī nafsik(a), innaka anta ‘allāmul-guyūb(i).

(Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam, apakah engkau mengatakan kepada orang-orang, ‘Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?’” Dia (Isa) menjawab, “Maha Suci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa pun yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa pun yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa pun yang ada pada diri-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.”

Makna Surat Al-Ma'idah Ayat 116
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Beberapa ayat sebelumnya menjelaskan nikmat Allah yang dianugerahkan kepada Nabi Isa, termasuk nikmat mendapat pengikut setia dan turunnya hidangan dari langit. Pada ayat ini, Allah meminta pertanggungjawaban Nabi Isa tentang sikap Bani Israil yang mempertuhankan dirinya dan ibunya. Dan ingatlah, wahai Nabi Muhammad apa yang akan terjadi pada hari kiamat, ketika Allah berfirman kepada Nabi Isa, “Wahai Isa putra Maryam! Apa engkau pernah mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah yang menyebabkan mereka meyakini trinitas, tiga tuhan, hingga menyimpang dari ajaran tauhid?” Nabi Isa menjawab di hadapan Allah di akhirat, “Mahasuci Engkau dari apa yang mereka nisbahkan kepadaMu; tidak patut bagiku sebagai hamba-Mu dan Rasul-Mu, mengatakan kepada manusia yang bukan kebenaran, yakni mempertuhankan manusia dan menyembahnya sehingga menyimpang dari ajaran tauhid. Jika aku, selama hidupku yang singkat di dunia, pernah mengatakannya, menjadikan aku dan ibuku dua tuhan selain Engkau, ya Allah, tentulah Engkau telah mengetahuinya. Sebab, Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku, yang tampak dan yang tersembunyi, dan aku sebagai manusia sangat terbatas, tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh merupakan keharusan yang mutlak, Engkaulah, Tuhan, Yang Maha Mengetahui segala yang gaib, tersembunyi dari pandangan dan pengetahuan manusia.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah berkata, apakah Isa dan ibunya telah menyatakan dirinya sebagai tuhan. Isa menyatakan bahwa pernyataan di atas adalah tidak benar, karena dia tidaklah berhak menyatakan sesuatu yang tidak patut bagi dirinya dan ibunya. Allah menanyakan hal demikian itu kepada Isa walaupun Allah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, agar Isa di hari Kiamat itu menyatakan di hadapan para rasul dan umat manusia bahwa hanya Allah-lah yang berhak disembah, serta dia menjelaskan kesalahan umatnya yang memandang dirinya dan ibunya sebagai Tuhan. Semua ibadah hanya ditujukan kepada Allah. Ayat ini memberikan peringatan kepada orang-orang Nasrani yang hidup kemudian atas kesalahan dan kekeliruan akidah mereka. Banyak macam ibadah dan doa yang dilakukan oleh orang Nasrani ditujukan kepada Isa dan ibunya, baik yang khusus untuk Isa dan ibunya masing-masing, maupun ibadah mempersekutukan mereka dengan Allah. Semua ibadah seperti itu tidak dapat dibenarkan, karena segala ibadah itu haruslah ditujukan kepada Allah saja. Firman Allah:

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ

Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama… (al-Bayyinah/98: 5)

Tiada Tuhan selain Allah yang berhak disembah hamba. Nabi Isa menjawab pertanyaan Allah tentang ibadah dan kepercayaan yang ditujukan kepada dirinya dan ibunya dengan jawaban yang diawali kata “Subhānaka” artinya “Engkau Mahasuci”, maksudnya mustahil ada Tuhan selain Allah.

Nabi Isa menegaskan baik dirinya sendiri atau orang lain, tidaklah berhak untuk mengatakan sesuatu yang tidak patut bagi dirinya dan ibunya. Tidak terlintas sedikit pun dalam pikiran Nabi Isa untuk menyatakan dirinya atau ibunya sebagai tuhan, karena ia diutus kepada manusia untuk membimbing mereka ke jalan yang lurus yakni agama tauhid. Sekiranya Nabi Isa menyatakan pengakuannya sebagai Tuhan, atau terlintas dalam pikirannya, tentulah Allah lebih mengetahuinya, karena Dia Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dalam pikiran manusia, terlebih apa yang diungkapkannya. Manusia tidak mengetahui apa yang disembunyikan Allah kecuali jika Dia memberitahukannya dengan perantaraan wahyu. Sesungguhnya hanya Allah sendiri yang Maha Mengetahui segala yang gaib; Ilmu-Nya meliputi segala yang pernah terjadi, yang sedang terjadi, dan yang akan terjadi.

Allah menanyakan apakah Nabi Isa menyatakan diri dan ibunya sebagai Tuhan, karena orang-orang Nasrani di Najran banyak yang menganggap Isa dan ibunya sebagai Tuhan (Alūsī V;94). Yang penting ayat ini merupakan jawaban Nabi Isa yang dengan tegas tidak pernah menyatakan diri dan ibunya sebagai Tuhan. Jawaban ini perlu untuk diketahui oleh murid-murid Nabi Isa maupun semua pengikutnya.

Isi Kandungan Kosakata

‘Isa Almasih عِيْسىَ اَلْمَسِيْح (al-Mā’idah/5: 116)

Di dalam Al-Qur’an, nama Isa atau Isa anak Maryam, sering juga diikuti dengan nama gelar, Isa Almasih, yang disebutkan dalam 33 ayat dalam 13 surah.

Pada mulanya kata Almasīḥ dari kata bahasa Arab masaḥa, dalam arti istilah berarti mengurapi minyak ke badan untuk memberi berkah bagi seorang raja atau nabi, yang sudah menjadi adat di kalangan orang Yahudi dan Kristiani. Almasih, orang yang diurapi. Dalam Bibel berarti diurapi dengan minyak suci; dari bahasa Ibrani, masakh, mengurapi, Mashīach (dalam ejaan bahasa Inggris), atau Messiah, Mesias, “yang diurapi oleh Tuhan,” yakni Kristus dalam bahasa Yunani, dari asal kata iesus dalam bahasa Latin atau yeshua dalam bahasa Ibrani.

Sejarah permulaan hidup Isa Almasih memang tidak banyak diketahui. Selain yang sudah disebutkan di dalam Al-Qur’an, satu-satunya sumber informasi tentang Yesus terdapat dalam Perjanjian Baru, terutama dalam tiga Kitab pertama, yakni Matius, Lukas dan Markus, meskipun ada juga tambahan data yang dapat dikumpulkan dari Yohanes, Surat-surat Paulus dan Kisah Para Rasul. Dalam Injil Matius (1:1-125) disebutkan bahwa Yesus keturunan Daud sampai kepada Ibrahim. Dalam Injil Lukas (2:23-38) disebutkan bahwa “Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun, dan menurut anggapan orang, Ia anak Yusuf, anak Eli, anak Matat,…” dan seterusnya sampai pada “anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.”

Tentang nasab ini antara Injil Matius dengan Injil Lukas memang terdapat perbedaan, kendati keduanya bermuara pada Ibrahim. Matius mengatakan Yusuf anak Yakub dan seterusnya; kata Lukas ia anak Eli dan seterusnya. Begitu juga mengenai silsilah Yesus, Matius mengatakan bahwa Yesus dari cabang Sulaiman anak Daud, Lukas mengatakan ia dari cabang Natan anak Daud. “Dan ketika genap delapan hari Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.” (Lukas 2:21). Dalam syariat agama Yahudi bayi delapan tahun sudah harus dikhitan, seperti yang sudah berlaku sebelumnya terhadap Ibrahim.

Dalam versi Kristen, Yesus lahir di Betlehem, 6 mil selatan Yerusalem, diperkirakan dalam bulan Desember tahun 5 sebelum Masehi. Ketika itu Kaisar Augustus (versi lain mengatakan Tiberius) adalah maharaja Roma. Ibu Yesus, Maria telah mengandungnya melalui Roh Kudus, yang pada masanya ia dikenal sebagai anak Yusuf, seorang tukang kayu, suami Maria. Kedua orang tuanya di Nazaret, Galelea.

Dalam Perjanjian Baru diceritakan, bahwa orang-orang majusi dari Timur datang ke Yerusalem mencari raja orang Yahudi yang baru dilahirkan. Mereka telah melihat bintang-Nya di Timur dan datang untuk menyembah Dia. Raja Herodes, penguasa Yudea di bawah Roma, terkejut sekali mendengar berita itu, dan mengumpulkan semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi untuk dimintai keterangan di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka menjawab di Betlehem, tanah Yudea, karena sudah tertulis dalam kitab nabi. Diam-diam Herodes memanggil orang majus itu dan menanyakan bilamana bintang itu nampak. Ia menyuruh mereka ke Betlehem untuk menyelidiki Anak itu karena raja Herodes juga akan menyembah Dia. Mereka berangkat, dan terlihatlah bintang yang mereka lihat di Timur itu sudah mendahului mereka dan berhenti di tempat Anak itu berada. Mereka melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu mereka sujud menyembah Anak itu. Mereka mempersembahkan harta kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Karena dalam suatu mimpi mereka diperingatkan agar jangan kembali kepada Herodes, maka mereka pulang ke negerinya melalui jalan lain. (Matius 2: 1-12).

Tak lama setelah itu Yesus dibawa ke Mesir untuk menghindari pembantaian bayi oleh raja Herodes. Dalam usia 12 tahun oleh ibunya ia dipersembahkan kepada rumah ibadah di Yerusalem. Ia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, mungkin sekitar tahun 26 Masehi, dan mulai berkhotbah di depan umum, menyembuhkan orang sakit dan membentuk kelompok kecil menjadi pengikut-pengikutnya di kalangan bawah masyarakat Palestina, nelayan dan sebagainya. Ajarannya ditafsirkan oleh kalangan pemuka agama Yahudi sebagai bentuk permusuhan terhadap lembaga yang sah, dan dengan pengkhianatan salah seorang dari dua belas orang muridnya, yakni Yudas Iskariot (Matius 26:14-16; 48-50) dan dengan kerjasama dengan penguasa-penguasa Yahudi dilaporkan kepada Pontius Pilatus, wali negeri itu. Ketika itu umur Yesus sudah mencapai 33 tahun, yang berakhir dengan penyaliban (Matius 27. 45-56).Demikian versi Kristen.

Kelahiran Nabi Isa di dunia sama dengan akhir hayatnya, banyak mengandung rahasia, dan menimbulkan berbagai perselisihan. Seperti dikatakan oleh Yusuf Ali dalam menafsirkan Surah an-Nisā’/4: 157-158, bahwa membicarakan segi-segi yang masih banyak menimbulkan keraguan di kalangan sekte-sekte Kristen dahulu dan juga di kalangan ahli-ahli ilmu kalam kaum Muslimin, kurang ada manfaatnya. Di kalangan gereja Kristen Ortodoks hal ini menjadi dasar utama yang mengatakan bahwa Yesus mati di tiang salib dan dimakamkan, dan bahwa pada hari ketiga dia bangkit dengan keadaan tubuh yang masih utuh dengan lukanya, berjalan dan bercakap-cakap, dan makan bersama dengan murid-muridnya dan kemudian jasadnya diangkat ke langit. Untuk ajaran teologis mengenai pengorbanan darah dan penebusan dosa atas namanya itu adalah suatu keharusan, yang oleh Islam jelas ditolak. Tetapi ada beberapa sekte Kristen terdahulu yang memang tidak percaya bahwa Kristus mati di tiang salib. Kaum Basilides percaya bahwa ada orang lain yang telah menggantikan Yesus. …Injil Barnabas mendukung teori substitusi (penggantian oleh orang lain) di atas Salib. Menurut ajaran Al-Qur’an, Almasih tidak disalib dan tidak pula dibunuh oleh orang-orang Yahudi, meskipun karena keadaan tertentu, dalam pikiran musuhnya memang demikian yang terbayang. Ada paham yang berpendapat, bahwa dia tidak mati seperti matinya manusia biasa, melainkan masih hidup dengan jasadnya di langit; yang lain berpendapat bahwa dia mati (Āli ‘Imrān/3: 55, an-Nisā’/4: 159, al-Mā’idah/5: 117), tetapi bukan pada waktu dia disalib seperti yang diduga; dan bahwa dia “diangkat naik” ke hadirat Tuhan itu berarti, bahwa sebaliknya daripada dicemarkan dan dihina sebagai penjahat, sebagaimana dikehendaki oleh orang Yahudi; tetapi sebaliknya ia dimuliakan oleh Allah sebagai Rasul-Nya seperti dalam ayat berikutnya (an-Nisā’4: 158). Kata yang sama raja`a itu juga dipakai dalam surah al-Insyirah/94: 4 sehubungan dengan kemuliaan yang diberikan kepada Rasulullah. “Oleh pihak Yahudi Isa dituduh menghina Tuhan karena mengaku dan mendakwakan diri Allah atau anak Allah. Oleh golongan Nasrani (kecuali sebagian kecil pada sekte yang mula-mula, yang telah dibasmi dengan cara penyiksaan, dan sekte yang sekarang Unitarianisme, mereka hampir sama dengan kaum Muslimin), inti pengakuan itu diambilnya dan dijadikannya dasar keimanan mereka. Allah membersihkan Isa dari tuduhan atau pengakuan semacam itu,” demikian A. Y. Ali.

Dalam Surah Maryam/19: 16-33) dan Surah Āli ‘Imrān/3: 45-53) Allah berfirman bahwa kelahiran Isa dimulai ketika para malaikat berkata kepada Maryam, bahwa Allah telah mengutamakannya dan menyucikannya di atas semua perempuan seluruh alam, dan dia akan melahirkan seorang anak laki-laki yang bersih. Dan dilukiskan Maryam yang keheranan, karena ia tak pernah bersentuhan dengan laki-laki, ketika malaikat menyampaikan berita gembira kepadanya dari Allah, bahwa ia akan mendapat anak bernama Isa, terhormat di dunia dan di akhirat dan termasuk orang yang saleh dan dekat kepada Allah, berbicara ketika masih dalam buaian dan sesudah dewasa. Allah akan mengajarkan kebijakan kepadanya, Taurat dan Injil, dan selaku rasul kepada Bani Israil, disertai mukjizat-mukjizat, menyuruh menyembah hanya kepada Allah. Setelah Isa menyadari akan kekafiran mereka ia bertanya, siapakah yang akan menjadi pembelanya di jalan Allah. Para muridnya berkata, bahwa mereka pembela-pembela Allah. Mereka bersaksi bahwa beriman kepada Allah, tunduk, dan beriman pada Kitab yang diwahyukan Allah dan mengikuti Isa Rasul-Nya.

Tugas Nabi Isa ditegaskan dalam dua cara: (1) dia akan menjadi bukti kepada manusia. Kelahiran dan cara hidupnya yang ajaib akan membuat dunia tak bertuhan kembali kepada Tuhan; dan (2) tugasnya akan menjadi hiburan dan penyelamat bagi orang yang bertobat. Ini memang sudah menjadi salah satu cara bagi semua utusan Allah, dan cara yang paling menonjol ialah pada Muhammad Rasulullah. Tetapi di sini pokok persoalannya ialah, karena orang-orang Israil itu, yang menjadi sasaran diutusnya Nabi Isa kepada mereka, adalah ras yang keras kepala; maka misi Nabi Isa akan menjadi rahmat bagi mereka.

Demikian ringkasan kisah Isa Almasih dan Maryam dalam Al-Qur’an dan kisah Yesus dalam Perjanjian Baru.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto