Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 24 - Surat Al-Mulk (Kerajaan)
المُلك
Ayat 24 / 30 •  Surat 67 / 114 •  Halaman 563 •  Quarter Hizb 57 •  Juz 29 •  Manzil 7 • Makkiyah

قُلْ هُوَ الَّذِيْ ذَرَاَكُمْ فِى الْاَرْضِ وَاِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ

Qul huwal-lażī żara'akum fil-arḍi wa ilaihi tuḥsyarūn(a).

Katakanlah, “Dialah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi dan kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.”

Makna Surat Al-Mulk Ayat 24
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Manusia diingatkan melalui ayat ini bahwa pada akhirnya semua akan kembali kepada-Nya, maka tidak sewajarnya menyombongkan diri dan mendurhakai perintah-Nya. Katakanlah, “Dialah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan di mahsyar untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan kamu ketika di dunia dan akan memberikan balasan sesuai dengan amal kamu.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah memerintahkan agar Nabi Muhammad menyampaikan kepada orang-orang kafir bahwa Dia telah menciptakan mereka semua dalam bentuk yang berbeda-beda dan warna kulit yang bermacam-macam, menyediakan tempat bagi mereka di bumi dan menyebarkan mereka semua ke setiap penjuru bumi. Allah pulalah yang memudahkan mereka menguasai dan mengolah bumi untuk hidup dan kehidupan mereka. Oleh karena itu, hanya kepada Allah-lah mereka kembali dan mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang telah mereka kerjakan selama hidup di bumi. Di akhirat nanti Allah akan memberikan balasan dengan adil kepada mereka semua. Perbuatan baik dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, sedangkan perbuatan buruk diganjar dengan siksaan api neraka setimpal dengan keburukan amalnya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Lajjū لَجُّوْا (al-Mulk/67: 21)

Lajjū adalah fi’il maḍi (kata kerja lampau) dalam bentuk jamak (plural), dari lajja-yalujju-lajajan, artinya “tetap keras kepala,” atau “berketetapan hati,” atau “berkeras hati tak mau mundur.” Kata ini diucapkan untuk keadaan seseorang yang berketetapan hati atau sikap yang tetap dan teguh tidak mau berubah. Sikap demikian adalah sikap keras hati orang kafir, atau sikap keras kepala mereka. Walau mereka ditanyai dengan berbagai pertanyaan untuk menyadarkan, mereka tetap keras kepala dan berkeras hati dalam keangkuhan, kekafiran, dan kebencian. Mereka itu apakah diberi peringatan atau tidak, tetap saja angkuh dan tidak beriman (al-Baqarah/2: 6).

2. Mukibban مُكِبًّا (al-Mulk/67: 22)

Kata mukibb disebutkan hanya sekali dalam Al-Qur’an, berkedudukan sebagai ḥāl (penjelas keadaan). Ia berasal dari kabba-yakubbu-kabban, artinya: “terbalik,” tertelungkup,” atau “terbanting.” Ungkapan kata akabba fulan ‘alā wajhih” artinya: Fulan membanting atau menelungkupkan wajahnya. Maka, ayat ini mengandung pertanyaan Allah, apakah orang yang berjalan dalam keadaan terbanting-banting atau tertelungkup wajahnya dipandang lebih mendapatkan petunjuk (dalam kebenaran) ataukah orang yang berjalan dengan tegap di atas jalan yang licin dan mulus? Jawabannya tentulah, orang yang disebutkan kedualah yang paling mendapatkan petunjuk (hidayah), bukan orang yang secara tamsil digambarkan berjalan secara terbalik dengan keadaan wajah terbanting-banting atau tertelungkup.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto