Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 2 - Surat Al-Mumtaḥanah (Wanita Yang Diuji)
الممتحنة
Ayat 2 / 13 •  Surat 60 / 114 •  Halaman 549 •  Quarter Hizb 55.5 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

اِنْ يَّثْقَفُوْكُمْ يَكُوْنُوْا لَكُمْ اَعْدَاۤءً وَّيَبْسُطُوْٓا اِلَيْكُمْ اَيْدِيَهُمْ وَاَلْسِنَتَهُمْ بِالسُّوْۤءِ وَوَدُّوْا لَوْ تَكْفُرُوْنَۗ

Iy yaṡqafūkum yakūnū lakum a‘dā'aw wa yabsuṭū ilaikum aidiyahum wa alsinatahum bis-sū'i wa waddū lau takfurūn(a).

Jika (suatu saat) mereka menangkapmu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu. Lalu, mereka melepaskan tangan dan lidahnya kepadamu untuk menyakiti dan mereka ingin agar kamu (kembali) kafir.

Makna Surat Al-Mumtahanah Ayat 2
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Allah lalu menjelaskan mengapa ia melarang kaum muslim membocorkan rahasia kepada kaum kafir. Jika mereka, orang-orang kafir yang memusuhi kamu, menangkap kamu atau mengalahkan kamu dalam perang, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagi kamu dengan berbuat kezaliman di luar batas kemanusiaan, karena orang kafir yang membenci Islam dan kaum muslim tidak bisa dijadikan sahabat setia; lalu melepaskan tangan mereka dengan tindakan dan lidahnya dengan kata-kata kasar dan tajam kepada kamu untuk menyakiti perasaan kamu, menghujat ajaran Islam, serta melukai kehormatan kamu sebagi muslim; dan mereka sangat menginginkan agar kamu kembali kafir, mengikuti keyakinan mereka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini diterangkan sebab-sebab yang lain Allah melarang kaum Muslimin berteman akrab dan saling menolong dengan orang kafir, yaitu:

1. Jika suatu waktu mereka menangkap atau mengalahkan kaum Muslimin, mereka pasti akan melakukan kezaliman yang di luar dugaan. Mereka berteman dengan kaum Muslimin semata-mata mencari keuntungan bagi diri dan golongan mereka. Bila tidak ada keuntungan yang diharapkan, mereka akan menjauhkan diri, bahkan akan menghancurkan kaum Muslimin.

2. Mereka selalu berusaha menjelek-jelekkan dan memusuhi kaum Muslimin. Bagaimana mungkin ada satu atau sebagian dari kaum Muslimin membukakan rahasia kepada mereka atau berteman erat dengan mereka. Orang yang dapat dijadikan teman itu hanyalah orang yang menginginkan kebaikan untuk kita, bukan sebaliknya.

3. Mereka mengharapkan kaum Muslimin mengingkari kebenaran dan kafir kepada Allah, sehingga kaum Muslimin sama dengan mereka, yaitu sama-sama kafir. Oleh karena itu, mereka hanya mau berteman erat atau bertolong-tolongan dengan kaum Muslimin selama hal itu bisa memenuhi keinginan-keinginan mereka.

Isi Kandungan Kosakata

1. Marḍātī مَرْضَاتِى (al-Mumtaḥanah/60: 1)

Kata marḍātī adalah isim maṣdar yang berasal dari kata raḍiya-yarḍā yang berarti merasa rela, senang, puas, dan setuju. Raḍiyallāhu ‘anhu artinya semoga Allah meridainya dengan memberikan rahmat padanya. Raḍiya juga berarti memandang baik dan membenarkan sesuatu. Kata ini sudah menjadi bahasa Indonesia yaitu rida. Antonimnya adalah as-sakhaṭ yang berarti benci atau kemurkaan. Rida dari seorang hamba kepada Allah adalah dengan mendapatkan kepuasan terhadap ketentuan yang telah ditetapkan-Nya, sedangkan rida Allah kepada hamba-Nya adalah hamba tersebut menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah akan rida jika melihat hamba-Nya taat dan patuh pada-Nya. Raḍiyallāhu ‘anhum wa raḍū ‘anhu (al-Mā’idah/5: 119) artinya Allah merasa rida dengan perbuatan-perbuatan mereka dan mereka pun merasa puas terhadap nikmat yang telah dicurahkan Allah kepada mereka.

Ayat ini menjelaskan larangan agar orang-orang beriman tidak menjadikan musuhnya dan musuh Allah sebagai teman akrab hanya karena rasa kasih dan sayang mereka terhadap saudara-saudaranya. Ayat ini diturunkan berkaitan dengan seorang sahabat di Medinah yang menulis surat kepada saudaranya yang kafir untuk memberitahukan perihal akan datangnya Rasulullah ke Mekah. Allah mengingatkan bahwa walaupun dalam hati seorang Mukmin ada rasa sayang terhadap saudaranya yang kafir, tetapi hal tersebut tidak menjadikannya sebagai teman setia (auliyā’). Karena orang-orang kafir sebenarnya telah berbuat ingkar kepada kebenaran yang dibawa Muhammad dengan mengusirnya beserta orang-orang beriman. Janganlah hal tersebut (menjadikan teman setia) dilakukan, jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Nya dan mencari keridaan-Nya.

2. Yaṡqafūkum يَثْقَفُوْكُمْ (al-Mumtaḥanah/60: 2)

Lafal Yaṡqafūkum adalah bentuk fi‘il muḍāri‘ (kata kerja yang menunjukkan masa kini dan masa mendatang) yang dihubungkan dengan kata ganti orang kedua (kum) yang berasal dari kata ṡaqifa-yaṡqafu yang berarti pintar dalam menangkap dan mengerjakan sesuatu. Rajul ṡaqif artinya seseorang yang pandai memahami sesuatu. Ṡaqiftu każā artinya aku mendapatkannya setelah merenungi. Ṡaqāfah artinya kebudayaan yang menunjukkan kepada kepintaran suatu kaum. Tetapi kemudian lafal ini digunakan pada idrāk (penemuan) walaupun tidak ada padanya kemahiran tersebut. Ṡaqafa disini berarti menangkap dan menemukannya. Waqtulūhum haiṡu ṡaqiftumūhum (dan bunuhlah mereka dimanapun kalian menemukannya). Aṡ-Ṡaqāf berarti besi atau kayu yang dibuat kampak atau tombak sebagai alat berperang.

Dalam ayat ini Allah menjelaskan tentang alasan jangan menjadikan orang-orang kafir sebagai teman setia yaitu bahwa perlakuan mereka tidak akan sama dengan perlakuan orang-orang beriman kepada mereka. Jika orang-orang kafir menangkap orang Mukmin, pasti mereka akan menjadikanmu sebagai musuh dan menyakitimu sampai kamu kembali ke dalam agama mereka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto