Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 16 - Surat Al-Mursalāt (Malaikat Yang Diutus)
المرسلٰت
Ayat 16 / 50 •  Surat 77 / 114 •  Halaman 580 •  Quarter Hizb 58.75 •  Juz 29 •  Manzil 7 • Makkiyah

اَلَمْ نُهْلِكِ الْاَوَّلِيْنَۗ

Alam nuhlikil-awwalīn(a).

Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang dahulu?

Makna Surat Al-Mursalat Ayat 16
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

16-17. Dahsyatnya Kiamat yang dilukiskan pada ayat di atas mungkin belum bisa menyadarkan para pendurhaka, kini ditunjukkan kuasa Allah yang lebih konkrit. Bukankah telah Kami binasakan generasi orang-orang yang dahulu karena keingkaran mereka? Lalu Kami juga akan susulkan azab Kami terhadap orang-orang yang datang kemudian seperti terhadap kamu wahai kaum musyrik Mekah, dan juga generasi pembangkang yang datang setelah kamu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini dimulai dengan pertanyaan Allah, “Apakah Kami tidak membinasakan orang-orang yang telah mendustakan rasul-Nya sebelum kamu?” Sejarah para nabi dan rasul bersama kaumnya mencatat bahwa hampir setiap bangsa yang telah mendurhakai Allah dan rasul-Nya telah dibinasakan dengan berbagai macam azab yang satu dengan yang lainnya berbeda.

Terkadang Allah menghancurkan mereka dengan banjir seperti nasib yang telah diderita oleh umat Nabi Nuh, ketika negeri mereka ditenggelamkan Allah dengan air bah. Ada yang ditelan binasa oleh bumi setelah negeri itu dilanda oleh gempa yang sangat hebat, seperti halnya umat Nabi Lut. Ada pula yang diserang angin kencang selama 8 hari 7 malam, yang menyebabkan seluruh penduduknya tewas, kecuali orang yang beriman, yakni umat Nabi Saleh. Begitulah seterusnya.

Pertanyaan Allah yang demikian mengandung suatu peringatan halus agar manusia yang masih kafir itu hendaknya mawas diri, sebab bagaimana pun juga sunatullah peraturan Allah yang berlaku tidak akan diubah. Dalam hal ini, siapa yang kafir baik dahulu maupun sekarang atau pada masa yang akan datang, tetap akan merasakan siksaan dari-Nya. Oleh karena itu, hendaklah manusia sadar sebelum datang penyesalan yang tiada berguna.

Isi Kandungan Kosakata

1. Kifātan كِفَاتًا (al-Mursalāt/77: 25)

Secara kebahasaan kata kifāt merupakan bentuk maṣdar dari kata kafata yang berarti berkumpul. Dalam konteks ayat ini, kata kifāt bermakna bahwa Allah menjadikan bumi sebagai tempat berkumpul.

2. Syāmikhātin شَامِخَاتٍ (al-Mursalāt/77: 27)

Secara kebahasaan kata syāmikhāt adalah bentuk jamak (plural) dari kata syāmikhah, yang berarti sesuatu yang tinggi. Dalam konteks ayat ini, kata syāmikhāt bermakna bahwa Allah menjadikan gunung-gunung yang tinggi menjulang di atas bumi.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto