Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 4 - Surat Al-Qalam (Pena)
القلم
Ayat 4 / 52 •  Surat 68 / 114 •  Halaman 564 •  Quarter Hizb 57.25 •  Juz 29 •  Manzil 7 • Makkiyah

وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

Wa innaka la‘alā khuluqin ‘aẓīm(in).

Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.

Makna Surat Al-Qalam Ayat 4
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. Karena Tuhanmu yang mendidikmu dengan akhlak Al-Qur’an.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini memperkuat alasan yang dikemukakan ayat di atas dengan menyatakan bahwa pahala yang tidak terputus itu diperoleh Rasulullah saw sebagai buah dari akhlak beliau yang mulia. Pernyataan bahwa Nabi Muhammad mempunyai akhlak yang agung merupakan pujian Allah kepada beliau, yang jarang diberikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang lain. Secara tidak langsung, ayat ini juga menyatakan bahwa tuduhan-tuduhan orang musyrik bahwa Nabi Muhammad adalah orang gila merupakan tuduhan yang tidak beralasan sedikit pun, karena semakin baik budi pekerti seseorang semakin jauh ia dari penyakit gila. Sebaliknya semakin buruk budi pekerti seseorang, semakin dekat ia kepada penyakit gila. Nabi Muhammad adalah seorang yang berakhlak agung, sehingga jauh dari perbuatan gila.

Ayat ini menggambarkan tugas Rasulullah saw sebagai seorang yang berakhlak mulia. Beliau diberi tugas menyampaikan agama Allah kepada manusia agar dengan menganut agama itu mereka mempunyai akhlak yang mulia pula. Beliau bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ مَكَاِرمَ اْلأَخْلاَقِ. (رواه البيهقي عن أبي هريرة)

Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak mulia (dari manusia). (Riwayat al-Baihaqī dari Abū Hurairah)

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Qalam الْقَلَمُ (al-Qalam/68: 1)

Al-Qalam bisa berarti pena tertentu atau alat tulis apa pun termasuk komputer. Ada yang berpendapat bahwa al-qalam bermakna pena tertentu seperti pena yang digunakan oleh para malaikat untuk menulis takdir baik dan buruk manusia serta segala kejadian yang tercatat dalam Lauḥ Maḥfūz atau pena yang digunakan oleh para sahabat untuk menuliskan Al-Qur’an dan pena yang digunakan untuk menuliskan amal baik dan buruknya manusia. Namun pendapat ulama yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan pena adalah alat tulis apa pun termasuk komputer adalah pendapat yang lebih tepat karena sejalan dengan kata perintah iqra‘ (bacalah). Allah seakan bersumpah dengan manfaat dan kebaikan yang diperoleh dari tulisan. Hal ini mengisyaratkan anjuran untuk membaca karena banyak manfaat yang diperoleh dengan membaca dengan syarat membacanya disertai dengan bismirabbik (dengan nama Tuhanmu) dan mencapai keridaan Allah.

2. Gaira Mamnūn غَيْرَ مَمْنُوْنٍ (al-Qalam/68: 3)

Gaira mamnūn artinya tidak pernah terputus. Asal katanya al-mann, yang berarti putus atau menyebut-nyebut pemberian sehingga menyinggung perasaan orang yang diberi. Jika al-mann dimaknai dengan kata putus, maka pemberian ganjaran Allah akan berlangsung terus menerus tanpa henti. Jika al-mann dimaknai dengan makna kedua (menyebut-nyebut pemberian sehingga menyinggung perasaan orang yang diberi), maka kata ini hanya tertuju kepada Nabi, kendati sangat banyak anugerah Allah kepada beliau, tetapi tidak disebut-sebut dalam bentuk merendahkan posisi Nabi atau menyakiti hati beliau.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto