Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 3 - Surat Al-Qalam (Pena)
القلم
Ayat 3 / 52 •  Surat 68 / 114 •  Halaman 564 •  Quarter Hizb 57.25 •  Juz 29 •  Manzil 7 • Makkiyah

وَاِنَّ لَكَ لَاَجْرًا غَيْرَ مَمْنُوْنٍۚ

Wa inna laka la'ajran gaira mamnūn(in).

Sesungguhnya bagi engkaulah pahala yang tidak putus-putus.

Makna Surat Al-Qalam Ayat 3
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan sesungguhnya berkat perjuangan dan kesabaranmu engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat yang lalu digambarkan tuduhan orang-orang kafir Mekah yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad itu gila karena berani melawan ajaran nenek moyang mereka dan terus menerus mendakwahkan ajaran baru yang bertentangan dengan ajaran mereka, yang menyembah patung-patung dan berhala, padahal semua yang dilakukan Nabi adalah atas perintah Allah. Allah yang memberikan nikmat kepada Nabi dengan ketabahan dan semangat yang besar dalam melaksanakan dakwah. Pada ayat ini, Allah menegaskan bahwa Nabi benar-benar memperoleh pahala yang terus menerus tiada terputus. Maka hal ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad bukanlah orang yang gila karena beliau seorang yang memperoleh pahala dari Allah

Ayat ini juga termasuk yang menerangkan sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang, karena mengisyaratkan bahwa Nabi Muhammad dan kaum Muslimin akan memperoleh kemenangan besar. Berkat pertolongan dan perlindungan Allah, usaha dan jerih payahnya membawa hasil dengan tersebarnya agama Islam di Jazirah Arab, yang kemudian memancar ke seluruh penjuru dunia. Orang-orang Quraisy yang semula berkuasa dan menganut agama syirik dalam masa 23 tahun menjadi mukmin dan menjadi pembela-pembela agama Islam. Hal ini merupakan kemenangan yang besar bagi Muhammad saw dan kaum Muslimin, dan di akhirat nanti mereka akan memperoleh balasan kenikmatan yang kekal di dalam surga.

Dengan pernyataan Allah yang demikian dan isyarat yang dipahami Nabi saw dari firman-Nya itu, bertambahlah kekuatan hati, kebulatan tekad, dan kesabaran beliau dalam melaksanakan dakwah, dengan tidak menghiraukan ejekan dan tekanan tindakan orang-orang Quraisy.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Qalam الْقَلَمُ (al-Qalam/68: 1)

Al-Qalam bisa berarti pena tertentu atau alat tulis apa pun termasuk komputer. Ada yang berpendapat bahwa al-qalam bermakna pena tertentu seperti pena yang digunakan oleh para malaikat untuk menulis takdir baik dan buruk manusia serta segala kejadian yang tercatat dalam Lauḥ Maḥfūz atau pena yang digunakan oleh para sahabat untuk menuliskan Al-Qur’an dan pena yang digunakan untuk menuliskan amal baik dan buruknya manusia. Namun pendapat ulama yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan pena adalah alat tulis apa pun termasuk komputer adalah pendapat yang lebih tepat karena sejalan dengan kata perintah iqra‘ (bacalah). Allah seakan bersumpah dengan manfaat dan kebaikan yang diperoleh dari tulisan. Hal ini mengisyaratkan anjuran untuk membaca karena banyak manfaat yang diperoleh dengan membaca dengan syarat membacanya disertai dengan bismirabbik (dengan nama Tuhanmu) dan mencapai keridaan Allah.

2. Gaira Mamnūn غَيْرَ مَمْنُوْنٍ (al-Qalam/68: 3)

Gaira mamnūn artinya tidak pernah terputus. Asal katanya al-mann, yang berarti putus atau menyebut-nyebut pemberian sehingga menyinggung perasaan orang yang diberi. Jika al-mann dimaknai dengan kata putus, maka pemberian ganjaran Allah akan berlangsung terus menerus tanpa henti. Jika al-mann dimaknai dengan makna kedua (menyebut-nyebut pemberian sehingga menyinggung perasaan orang yang diberi), maka kata ini hanya tertuju kepada Nabi, kendati sangat banyak anugerah Allah kepada beliau, tetapi tidak disebut-sebut dalam bentuk merendahkan posisi Nabi atau menyakiti hati beliau.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto