فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِيْنَ
Falā tuṭi‘il-mukażżibīn(a).
Maka, janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).
Karena sudah jelas siapa yang sesat dan siapa yang lurus, Maka janganlah engkau patuhi orang-orang kafir yang menuduhmu gila, yaitu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah.
Ayat ini memerintahkan Rasulullah saw agar tetap menolak segala macam tawaran, ajakan, dan keinginan orang-orang musyrik Mekah yang tidak mau mendengarkan ayat-ayat Allah, bahkan mereka mendustakannya. Rasulullah dilarang mengikuti mereka, karena mereka berada di jalan yang sesat sedang beliau telah berada di jalan yang lurus.
Pada ayat lain, Allah berfirman:
وَاِنْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗاِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِنْ هُمْ اِلَّا يَخْرُصُوْنَ ١١٦
Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan. (al-An‘ām/6: 116)
1. Hammāzin هَمَّازٍ (al-Qalam/68: 11)
Al-Hamaz berarti tekanan dan dorongan yang keras, hammāzin artinya pencela. Dari sini muncul makna lain yaitu mendorong orang lain, menusuk dengan tangan atau tongkat. Dari sini pula kata tersebut dipahami dalam arti menggunjing, mengumpat, menyebut sisi negatif orang lain tidak di hadapan yang bersangkutan yang dikenal dengan istilah gibah. Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk tidak mengikuti orang-orang kafir yang menyifati Nabi dengan berbagai sifat buruk, sehingga Allah juga menyifati mereka juga dengan sifat yang hina seperti pencela.
2. Utullin عُتُلٍّ (al-Qalam/68: 13)
Utull artinya kasar, terambil dari kata ‘atala, artinya menggiring dengan kasar, seperti menggiring unta. Kata ini digunakan menunjuk seseorang yang keras hati, kepala batu, kasar, dan enggan berbuat baik kecuali terpaksa.
3. Zanīm زَنِيْمٍ (al-Qalam/68: 13)
Zanīm berasal dari kata zanama, artinya sesuatu yang dipotong sebagai tanda pada telinga unta dan dibiarkan terulur. Para ulama mengartikan kata zanīm sebagai perangai buruk pada diri seseorang sehingga ia dikenal dengan perangai buruk tersebut.














































