Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 26 - Surat Al-Qalam (Pena)
القلم
Ayat 26 / 52 •  Surat 68 / 114 •  Halaman 565 •  Quarter Hizb 57.25 •  Juz 29 •  Manzil 7 • Makkiyah

فَلَمَّا رَاَوْهَا قَالُوْٓا اِنَّا لَضَاۤلُّوْنَۙ

Falammā ra'auhā qālū innā laḍāllūn(a).

Ketika melihat kebun itu, mereka berkata, “Sesungguhnya kita benar-benar orang sesat.

Makna Surat Al-Qalam Ayat 26
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Maka betapa terkejutnya ketika mereka melihat kebun itu ternyata telah binasa, mereka pun berkata, “Sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat dengan merencanakan sesuatu yang buruk, akhirnya rusaklah kebun kita,

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Setelah sampai di kebun, mereka pun tercengang karena kebun itu telah musnah dan habis terbakar. Mereka mengira bahwa yang terbakar itu bukan kebun mereka, karena kebun mereka yang dipenuhi tanaman-tanaman yang subur dan buahnya lebat, telah waktunya untuk dipetik.

Isi Kandungan Kosakata

1. Ṡārimīn صَارِمِيْنَ (al-Qalam/68: 22)

Ṡārimīn berasal dari kata ṣarama yang berarti memotong, memutus, atau memetik. Aṣ-Ṣarīm bisa berarti berlalu atau malam, karena malam dan siang silih berganti dan berlalu, atau bisa bermakna debu hitam, pasir, atau tanah kebun yang subur berubah menjadi pasir dan tidak bisa disuburkan lagi. Ayat ini mengisyaratkan bahwa pemilik kebun berusaha menghalangi rezeki yang tadinya diperoleh oleh fakir miskin sehingga para pemilik kebun itu benar-benar mengalami bencana dan kerugian yang bersumber dari Allah.

2. Ḥardin حَرْدٍ (al-Qalam/68: 25)

Ḥard digunakan dalam arti menghalangi, tekad yang kuat dan ketergesaan, dan juga amarah. Ayat ini menggambarkan tekad para pemilik kebun menghalangi orang-orang miskin menikmati hasil kebun mereka padahal mereka mampu. Orang yang telah bertekad melaksanakan kejahatan walaupun belum dilaksanakan sudah mendapatkan hukuman dari Allah sesuai dengan firman-Nya dalam Surah al-Ḥajj/22: 25.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto