قَالُوْا يٰوَيْلَنَآ اِنَّا كُنَّا طٰغِيْنَ
Qālū yā wailanā innā kunnā ṭāgīn(a).
Mereka berkata, “Aduh celaka kita! Sesungguhnya kita adalah orang-orang yang melampaui batas.
kemudian mereka berkata, “Celaka kita! Sesungguhnya kita orang-orang yang melampaui batas yaitu dengan bersumpah tidak akan memberi hasil panen kepada fakir miskin.
Setelah saling menyalahkan, akhirnya mereka menyesali diri masing-masing. Mereka lalu menyadari bahwa tindakan dan sikap merekalah yang mengundang nasib yang demikian. Mereka berkata, “Sesungguhnya kamilah yang bersalah. Kami telah melanggar garis-garis yang telah ditetapkan Allah dengan tidak memberikan hak-hak fakir-miskin, yang ada pada harta kami. Mudah-mudahan Allah menganugerahkan kepada kami kebun yang lebih baik dari yang telah musnah ini. Kami benar-benar akan bertobat, tunduk, dan patuh menjalankan perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya. Semoga Allah menganugerahkan yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.”
Menurut riwayat dari Mujāhid, setelah mereka bertobat, maka Allah menganugerahkan kebun yang lebih baik dari kebun mereka yang musnah dan mengabulkan doa-doa mereka.
1. Ṡārimīn صَارِمِيْنَ (al-Qalam/68: 22)
Ṡārimīn berasal dari kata ṣarama yang berarti memotong, memutus, atau memetik. Aṣ-Ṣarīm bisa berarti berlalu atau malam, karena malam dan siang silih berganti dan berlalu, atau bisa bermakna debu hitam, pasir, atau tanah kebun yang subur berubah menjadi pasir dan tidak bisa disuburkan lagi. Ayat ini mengisyaratkan bahwa pemilik kebun berusaha menghalangi rezeki yang tadinya diperoleh oleh fakir miskin sehingga para pemilik kebun itu benar-benar mengalami bencana dan kerugian yang bersumber dari Allah.
2. Ḥardin حَرْدٍ (al-Qalam/68: 25)
Ḥard digunakan dalam arti menghalangi, tekad yang kuat dan ketergesaan, dan juga amarah. Ayat ini menggambarkan tekad para pemilik kebun menghalangi orang-orang miskin menikmati hasil kebun mereka padahal mereka mampu. Orang yang telah bertekad melaksanakan kejahatan walaupun belum dilaksanakan sudah mendapatkan hukuman dari Allah sesuai dengan firman-Nya dalam Surah al-Ḥajj/22: 25.











































