Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 19 - Surat Al-Qamar (Bulan)
القمر
Ayat 19 / 55 •  Surat 54 / 114 •  Halaman 529 •  Quarter Hizb 53.75 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيْحًا صَرْصَرًا فِيْ يَوْمِ نَحْسٍ مُّسْتَمِرٍّۙ

Innā arsalnā ‘alaihim rīḥan ṣarṣaran fī yaumi naḥsim mustamirr(in).

Sesungguhnya Kami telah mengembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus-menerus,

Makna Surat Al-Qamar Ayat 19
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Sebagai hukuman atas keingkaran kaum ‘Ad, sesungguhnya Kami telah mengembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari yang mereka anggap sebagai hari nahas. Embusan yang tidak ada bandingannya itu terjadi secara terus-menerus.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa Allah mengirimkan topan yang amat dahsyat menderu-deru. Hal tersebut merupakan azab Allah kepada kaum ‘Ād di kala bergelimangan dosa dan durhaka. Peristiwa ini terjadi selama tujuh malam delapan hari terus-menerus sebagaimana diinformasikan dalam ayat lain:

فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيْحًا صَرْصَرًا فِيْٓ اَيَّامٍ نَّحِسَاتٍ

Maka Kami tiupkan angin yang sangat bergemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang nahas. (Fuṣṣilat/41: 16)

Dan firman-Nya:

سَخَّرَ َا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَّثَمٰنِيَةَ اَيَّامٍۙ حُسُوْمًا

Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus. (al-Ḥāqqah/69: 7)

Isi Kandungan Kosakata

1. Rīḥan Ṣarṣaran رِيْحًا صَرْصَرًا (al-Qamar/54:19)

Rīḥ ṣarṣar artinya angin yang sangat kencang, asal katanya aṣ-ṣarru, artinya kencang, kuat. Dari kata ini timbul kata al-iṣrar yang berarti tekad yang membaja dan kata ṣarṣar yang artinya sangat kencang. Dalam ayat ini Allah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada kaum ‘Ād sebagai hukuman atas kedurhakaan mereka kepada Allah dan rasul-Nya.

2. Yaumi Naḥsin يَوْمِ نَحْسٍ (al-Qamar/54: 19)

Yaumi naḥsin artinya hari yang sial, berasal dari kata an-naḥsu yang berarti memerahnya ufuk, sehingga menjadi seperti api yang menyala tanpa asap. Kata ini kemudian digunakan dalam arti lawan kata dari kebahagiaan atau sial. Kata naḥs disebutkan dalam Al-Qur’an satu kali dalam bentuk tunggal (al-Qamar/54: 19) dan satu kali disebutkan dalam bentuk jama‘ (Fuṣṣilat/41: 16). Ayat ini tidak bisa dijadikan dalil untuk menyatakan bahwa Al-Qur’an mengakui adanya hari sial. Kesialan pada ayat di atas khusus terjadi pada saat terjadinya angin yang bertiup terus menerus menimpa kaum ‘Ād yang mengakibatkan kebinasaan mereka. Allah juga menyebutkan hari bahagia yang penuh berkah pada (ad-Dukhān /44:3) dan (al-Qadr/97:3).

3. Munqa‘ir مُنْقَعِر (al-Qamar/54 : 20)

Munqa‘ir artinya bagian yang terdalam dari satu lubang, seperti dasar sumur. Kata al-munqa‘ir dalam ayat ini mengisyaratkan bahwa mereka benar-benar tewas tidak bisa bangkit lagi, seperti pohon kurma yang tumbang, tercabut mulai dari akarnya sehingga tidak ada lagi bekas-bekasnya. Kata al-munqa‘ir hanya disebutkan satu kali dalam Al-Qur’an yaitu dalam ayat ini.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto