Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 7 - Surat Al-Qamar (Bulan)
القمر
Ayat 7 / 55 •  Surat 54 / 114 •  Halaman 529 •  Quarter Hizb 53.5 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

خُشَّعًا اَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْاَجْدَاثِ كَاَنَّهُمْ جَرَادٌ مُّنْتَشِرٌۙ

Khusysya‘an abṣāruhum yakhrujūna minal-ajdāṡi ka'annahum jarādum muntasyir(un).

pandangan mereka tertunduk. Mereka keluar (berhamburan) dari kubur seperti belalang yang beterbangan.

Makna Surat Al-Qamar Ayat 7
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Orang yang diseru itu akan datang pandangan mereka tertunduk, ketika mereka keluar dari kuburan dengan ketakutan. Keadaan ini menyebabkan mereka berjalan serampangan, seakan-akan mereka belalang yang beterbangan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Mereka akan keluar dari kubur dalam keadaan pandangan mereka tunduk, karena tidak sanggup memandang kedahsyatan yang terjadi pada hari itu, dan ketika mereka bersama-sama keluar dari kubur, tergopoh-gopoh menuju ke tempat perhitungan amal sesuai dengan panggilan, laksana belalang-belalang yang beterbangan di udara.

Dalam ayat lain yang sama maksudnya Allah, berfirman:

يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙ ٤

Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan. (al-Qāri‘ah/101: 4)

Isi Kandungan Kosakata

1. Muzdajar مُزْدَجَر (al-Qamar/54: 4)

Muzdajar terambil dari kata zajara-az-zajra artinya “membentak” “menghardik” untuk mencegah terjadinya sesuatu. Muzdajar adalah tempat terjadinya hardikan sehingga terjadi pencegahan. Maksudnya adalah bahwa Allah telah menyampaikan peristiwa-peristiwa masa lalu, yaitu kehancuran sebagian umat terdahulu karena pembangkangan mereka. Peristiwa itu hendaknya dijadikan sebagai hardikan (peringatan) untuk mencegah manusia dari melakukan dosa yang sama. Dari kata itu terdapat kata az-zājirāti yaitu malaikat yang menghardik awan sehingga ia berarak dan menurunkan hujan, atau malaikat-malaikat yang membentak manusia dalam lubuk hatinya sehingga tidak jadi mengerjakan kejahatan yang ditiupkan setan. Uzdujir artinya “dibentak”, yaitu Nabi Nuh dibentak atau diancam kaumnya supaya tidak meneruskan dakwahnya kepada mereka.

2. Ḥikmatun Bāligah حِكْمَةٌ بَالِغَةٌ (al-Qamar/54:5)

Ḥikmah adalah kebenaran sejati yang diperoleh melalui ilmu dan akal. Bāligah dari balaga yaitu sampai ke puncaknya. Ḥikmatun-bāligah berarti kebenaran yang sudah sampai ke puncaknya, kebenaran yang tak ada cacatnya. Maksudnya adalah ayat-ayat Al-Qur’an.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto