مُّهْطِعِيْنَ اِلَى الدَّاعِۗ يَقُوْلُ الْكٰفِرُوْنَ هٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ
Muhṭi‘īna ilad-dā‘(i), yaqūlul-kāfirūna hāżā yaumun ‘asir(un).
Mereka bersegera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang sulit.”
Dengan patuh dan penuh rasa takut mereka segera datang kepada penyeru itu. Dalam keadaan seperti ini orang-orang kafir terus saja berkata, Ini adalah hari yang sangat sulit dihadapi.
Mereka segera datang memenuhi seruan, tidak ada yang menentang seruan itu, tidak ada pula yang terlambat memenuhinya, seraya mereka berkata, “Ini adalah hari yang sangat berbahaya dan tempat yang mencelakakan.” Firman Allah:
فَذٰلِكَ يَوْمَىِٕذٍ يَّوْمٌ عَسِيْرٌۙ ٩ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ غَيْرُ يَسِيْرٍ ١٠
Maka itulah hari yang serba sulit, bagi orang-orang kafir tidak mudah. (al-Muddaṡṡir/74: 9-10)
1. Muzdajar مُزْدَجَر (al-Qamar/54: 4)
Muzdajar terambil dari kata zajara-az-zajra artinya “membentak” “menghardik” untuk mencegah terjadinya sesuatu. Muzdajar adalah tempat terjadinya hardikan sehingga terjadi pencegahan. Maksudnya adalah bahwa Allah telah menyampaikan peristiwa-peristiwa masa lalu, yaitu kehancuran sebagian umat terdahulu karena pembangkangan mereka. Peristiwa itu hendaknya dijadikan sebagai hardikan (peringatan) untuk mencegah manusia dari melakukan dosa yang sama. Dari kata itu terdapat kata az-zājirāti yaitu malaikat yang menghardik awan sehingga ia berarak dan menurunkan hujan, atau malaikat-malaikat yang membentak manusia dalam lubuk hatinya sehingga tidak jadi mengerjakan kejahatan yang ditiupkan setan. Uzdujir artinya “dibentak”, yaitu Nabi Nuh dibentak atau diancam kaumnya supaya tidak meneruskan dakwahnya kepada mereka.
2. Ḥikmatun Bāligah حِكْمَةٌ بَالِغَةٌ (al-Qamar/54:5)
Ḥikmah adalah kebenaran sejati yang diperoleh melalui ilmu dan akal. Bāligah dari balaga yaitu sampai ke puncaknya. Ḥikmatun-bāligah berarti kebenaran yang sudah sampai ke puncaknya, kebenaran yang tak ada cacatnya. Maksudnya adalah ayat-ayat Al-Qur’an.














































