Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 17 - Surat Al-Qaṣaṣ (Kisah-Kisah)
القصص
Ayat 17 / 88 •  Surat 28 / 114 •  Halaman 387 •  Quarter Hizb 39.5 •  Juz 20 •  Manzil 5 • Makkiyah

قَالَ رَبِّ بِمَآ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ فَلَنْ اَكُوْنَ ظَهِيْرًا لِّلْمُجْرِمِيْنَ

Qāla rabbi bimā an‘amta ‘alayya falan akūna ẓahīral lil-mujrimīn(a).

Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, karena nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, (tuntunlah aku) sehingga aku tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berbuat durhaka.”

Makna Surat Al-Qasas Ayat 17
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Puji syukur atas segala anugerah dan nikmat Allah selama ini juga dia panjatkan dengan berkata, “Ya Tuhanku! Demi dan disebabkan nikmat yang selama ini telah Engkau anugerahkan kepadaku sejak dalam perut ibu hingga tobat dan pengampunan-Mu ini, serta aneka nikmat lainnya, maka demi semua itu aku berjanji tidak akan menjadi penolong bagi orang-orong yang berdosa dalam melakukan perbuatan jahat.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini dijelaskan bahwa di saat menyadari kesalahannya, Musa memohon ampun kepada Tuhan, seraya berkata, “Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri dengan melakukan pembunuhan terhadap orang yang tidak boleh dibunuh. Maka ampunilah dosaku dan janganlah Engkau siksa aku karena perbuatan yang tidak kusengaja itu.” Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang terhadap hamba-Nya, mengampuni kesalahan Musa. Dengan pengampunan itu, hati Musa menjadi tenteram dan bebas dari kebimbangan dan kesusahan memikirkan nasibnya karena melakukan perbuatan dosa. Sesungguhnya pengampunan itu adalah rahmat dan karunia Allah. Di antara karunia Allah kepada Musa disebutkan dalam firman-Nya:

وَقَتَل تَ نَفْسًا فَنَجَّيْنٰكَ مِنَ الْغَمِّ وَفَتَنّٰكَ فُتُوْنًا ەۗ

Dan engkau pernah membunuh seseorang, lalu Kami selamatkan engkau dari kesulitan (yang besar) dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan (yang berat). (Ṭāhā/20: 40)

Musa berjanji tidak akan melakukan kesalahan itu lagi dan tidak akan menjadi penolong bagi orang yang melakukan kesalahan. Apalagi pertolongan itu akan menyebabkan penganiayaan atau pembunuhan dan mencelakakan diri sendiri.

Isi Kandungan Kosakata

1. Faqaḍā ‘Alaihi فَقَضَي عَلَيْهِ (al-Qaṣaṣ/28: 15)

Kata ini terdiri dari empat unsur, yaitu fa’ sebagai konjungsi dengan arti ‘maka’, qaḍā sebagai kata kerja dengan arti ‘melakukan’ atau ‘mematikan’, ‘alā sebagai preposisi (kata depan) dengan arti ‘atas’, dan hi sebagai kata ganti dengan arti ‘nya’. Ada dua alasan kata qaḍā dengan arti mematikan dipilih pada ayat ini, dan bukan kata qatala (membunuh). Pertama, Musa memang tidak berniat untuk membunuh ketika meninju orang tersebut. Ia hanya ingin membela orang teraniaya yang meminta pertolongan kepadanya, yang ternyata berasal dari kaumnya. Kedua, Musa dikenal sebagai pemuda yang gagah dan kuat tenaganya, di samping dikenal pula sebagai orang yang tegas dan keras sikapnya. Karena kuatnya tenaga yang dimiliki, maka tinjunya juga sangat keras, dan orang yang ditinju tidak kuat menahannya, hingga akhirnya mati, walaupun Musa tidak bermaksud untuk membunuhnya.

2. Lagawiyyun Mubīn لَغَوِيٌّ مُبِيْنٌ (al-Qaṣaṣ/28: 18)

Kata ini terdiri dari tiga unsur, yaitu la sebagai kata penguat, gawiyyun sebagai kata yang disifati, dan mubīn sebagai sifat. Gawiyyun berarti sesat. Yang dimaksud di sini adalah seseorang yang melakukan tindakan yang tidak benar, tidak memakai dasar pemikiran yang tepat sebagai alasan dari perbuatannya, dan tidak mempunyai pandangan jauh ke depan tentang apa akibat dari perbuatannya. Kata ini untuk mengkritik atau mencela orang yang telah ditolong Musa. Dikatakan demikian, karena orang itu berani bertengkar dan berkelahi dengan orang yang lebih kuat darinya, yang merupakan penduduk asli Mesir, memiliki banyak teman, dan pasti akan dibela Fir‘aun. Dengan makna inilah kata sesat yang dimaksud dalam ayat ini, dan bukannya dalam arti kedurhakaan atau dosa. Sebab bila maknanya dosa, maka Musa pasti tidak akan mau menolongnya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto