Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 50 - Surat An-Naḥl (Lebah)
النّحل
Ayat 50 / 128 •  Surat 16 / 114 •  Halaman 272 •  Quarter Hizb 27.75 •  Juz 14 •  Manzil 3 • Makkiyah

يَخَافُوْنَ رَبَّهُمْ مِّنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ࣖ ۩

Yakhāfūna rabbahum min fauqihim wa yaf‘alūna mā yu'marūn(a).

Mereka takut kepada Tuhan mereka yang (berkuasa) di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).

Makna Surat An-Nahl Ayat 50
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mereka, para malaikat, selalu takut kepada Tuhan yang kekuasaanNya berada di atas kekuasaan mereka, dan mereka senantiasa melaksanakan apa saja yang diperintahkan. Tidak pernah sekali pun mereka menyepelekan apalagi melanggarnya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Di dalam ayat ini, Allah swt menjelaskan ketaatan para malaikat secara khusus, yaitu bahwa para malaikat itu tunduk di bawah kekuasaan Allah dan tekun melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya. Makhluk yang ada di langit dan di bumi tidak dapat dan tidak mampu untuk menghindari hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan Allah yang berlaku.

Demikianlah, penjelasan ini diberikan kepada orang-orang yang mengingkari adanya Allah dan selalu membuat tipu daya itu, supaya mereka menyadari bahwa tidak ada ciptaan Allah yang dapat melepaskan diri dari kekuasaan-Nya. Allah berfirman:

فَقَالَ لَهَا وَلِلْاَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا اَوْ كَرْهًاۗ قَالَتَآ اَتَيْنَا طَاۤىِٕعِيْنَ

Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa.” Keduanya menjawab, “Kami datang dengan patuh.” (Fuṣṣilat/41: 11)

Dan firman-Nya lagi :

وَلِلّٰهِ يَسْجُدُ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ طَوْعًا وَّكَرْهًا وَّظِلٰلُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ ۩ ١٥ (الرّعد)

Dan semua sujud kepada Allah baik yang di langit maupun yang di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari. (ar-Ra‘d/13: 15)

Dengan penjelasan ini diharapkan mereka dapat mengakhiri keingkaran mereka, dan kembali ke fitrah semula yaitu tunduk di bawah kekuasaan Allah dan mempercayai kebenaran wahyu yang diturunkan kepada hamba-Nya yang terpilih, yaitu Muhammad saw.

Isi Kandungan Kosakata

Ahlaż-Żikri اَهْلَ الذِّكْرِ (an-Naḥl/16: 43)

Aż-Żikr artinya mengingat, yaitu menghadirkan sesuatu yang tersimpan dalam ingatan kita. Mengingat bisa dengan hati atau lisan, bisa juga dengan keduanya. Tujuannya adalah mengingatkan sesuatu yang dilupakan (al-Kahf/18: 63), dan berzikir agar tetap ingat. Kata aż-żikr dalam ayat ini bisa berarti Al-Qur’an sebagaimana firman Allah dalam Surah Ṣād/38: 8, bisa berarti kehormatan sebagaimana dalam Surah az-Zukhruf/43: 44, bisa juga berarti kitab-kitab suci sebelum Al-Qur’an seperti dalam Surah an-Naḥl/16: 43. Dengan demikian, maksud ahluż-żikr adalah orang-orang yang ahli dalam bidang kitab-kitab samawi tersebut seperti ulama Yahudi dan Nasrani.

Ada juga yang berpendapat bahwa aż-żikr dalam ayat ini merujuk pada Nabi Muhammad saw. Walaupun ditujukan kepada ulama Yahudi dan Nasrani, tetapi ayat ini bisa berarti lebih umum lagi. Bagi mereka yang kurang memahami suatu hal perlu bertanya kepada para ahlinya, termasuk di antaranya para ulama Islam.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto