Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 58 - Surat An-Naḥl (Lebah)
النّحل
Ayat 58 / 128 •  Surat 16 / 114 •  Halaman 273 •  Quarter Hizb 28 •  Juz 14 •  Manzil 3 • Makkiyah

وَاِذَا بُشِّرَ اَحَدُهُمْ بِالْاُنْثٰى ظَلَّ وَجْهُهٗ مُسْوَدًّا وَّهُوَ كَظِيْمٌۚ

Wa iżā busysyira aḥaduhum bil-unṡā ẓalla wajhuhū muswaddaw wa huwa kaẓīm(un).

(Padahal,) apabila salah seorang dari mereka diberi kabar tentang (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam) dan dia sangat marah (sedih dan malu).

Makna Surat An-Nahl Ayat 58
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mereka menisbatkan para malaikat sebagai putri-putri Allah, padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuan, ia malu dan kecewa sehingga wajahnya menjadi hitam, merah padam, dan kusut; dan dia sangat marah atas kabar tersebut.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Selanjutnya Allah swt mengungkapkan sikap mereka mengenai anak perempuan yaitu apabila mereka diberi kabar bahwa istri mereka melahirkan anak perempuan, muramlah muka mereka karena jengkel dan malu.

Perasaan serupa itu disebabkan oleh perasaan mereka sendiri bahwa anak-anak perempuan itu hanya memberi malu kaumnya, karena anak-anak perempuan itu tidak dapat membantu dalam peperangan, dan apabila mereka kalah perang, anak-anak perempuan menjadi barang rampasan. Sebenarnya mereka dihukum oleh perasaan mereka sendiri karena anggapan bahwa wanita itu martabatnya tiada lebih dari barang yang boleh dipindah-tangankan.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yatawārā يَتَوَارَى (an-Naḥl/16: 59)

Kata yatawāra adalah fi‘il muḍāri‘ dari kata tawāra-yatawāra-tawāriyan . Terambil dari kata warat al-ibilu yang berarti unta gemuk dan tidak terlihat tulangnya akibat banyak lemak. Darinya terambil kata wāra yang berarti menguburkan, sebagaimana dalam firman Allah Ta‘ala, “Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepada-nya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya.” (al-Mā'idah/5: 31). Kata tersebut juga berarti menutup, sebagaimana dalam firman Allah Ta‘ala, “Pakaian untuk menutupi auratmu…” (al-A‘rāf/7: 26). Kata tawāra-yatawāra-tawāriyan yang disebutkan dalam ayat ini berarti mundur ke belakang sehingga tidak terlihat oleh banyak orang (bersembunyi).

2. Yadussuhū يَدُسُّهُ (an-Naḥl/16: 59)

Kata yadussu adalah fi’il muḍāri‘ dari kata dassa. Secara harfiah ia berarti “menyisipkan ke dalam tanah”. Sebuah ungkapan menyebutkan: الْعِرْقُ دَسَّاسٌ. Secara harfiah ungkapan ini berarti “akar itu menyisip-nyisip ke dalam tanah”, sedangkan makna ungkapan ini adalah bahwa akhlak ayah itu menurun kepada anak. Dalam ayat lain, kata ini berarti mengotori, sebagaimana dalam firman Allah, “Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (asy-Syams/91: 10). Menurut ulama tafsir, makna kata yadussu yang disebut dalam ayat ini adalah mengubur hidup-hidup.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto