وَيَجْعَلُوْنَ لِلّٰهِ الْبَنٰتِ سُبْحٰنَهٗۙ وَلَهُمْ مَّا يَشْتَهُوْنَ
Wa yaj‘alūna lillāhil-banāti subḥānah(ū), wa lahum mā yasytahūn(a).
Mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan; Maha Suci Dia, sedangkan untuk mereka sendiri apa yang mereka sukai (anak-anak laki-laki).420)
Kaum musyrik meyakini para malaikat berjenis perempuan dan mereka menetapkan para malaikat itu sebagai anak perempuan bagi Allah. Mahasuci Dia dari apa yang mereka tetapkan; sedang untuk mereka sendiri mereka menetapkan apa yang mereka sukai, berupa anak laki-laki.
Kemudian Allah swt mengungkapkan bentuk kesyirikan mereka yang lain, yaitu memberi Allah anak perempuan, sedangkan untuk mereka anak laki-laki.
Allah swt berfirman:
وَجَعَلُ وا الْمَلٰۤىِٕكَة َ الَّذِيْنَ هُمْ عِبٰدُ الرَّحْمٰنِ اِنَاثًا ۗ اَشَهِدُوْا خَلْقَهُمْ ۗسَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْـَٔلُوْن َ ١٩ (الزخرف)
Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban. (az-Zukhruf/43: 19)
Orang-orang musyrik itu menganggap bahwa para malaikat itu anak-anak perempuan Allah. Perbuatan mereka yang demikian ini dinilai sebagai dosa besar, karena mereka menuduhkan sesuatu kepada Allah yang tidak semestinya, yaitu Allah mempunyai anak-anak perempuan, padahal mereka sendiri tidak senang mempunyai anak-anak perempuan.
Allah swt berfirman:
اَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْاُنْثٰى ٢١ تِلْكَ اِذًا قِسْمَةٌ ضِيْزٰى ٢٢ (النجم)
Apakah (pantas) untuk kamu yang laki-laki dan untuk-Nya yang perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. (an-Najm/53: 21-22)
Dan firman-Nya:
اَلَآ اِنَّهُمْ مِّنْ اِفْكِهِمْ لَيَقُوْلُوْنَ ۙ ١٥١ وَلَدَ اللّٰهُ ۙوَاِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَۙ ١٥٢ اَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِيْنَۗ ١٥٣ مَا لَكُمْۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ ١٥٤ (الصّٰۤفّٰت)
Inga tlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan, ”Allah mempunyai anak.” Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta. Apakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki? Mengapa kamu ini? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan? (aṣ-Ṣāffāt/37: 151-154)
Allah swt menegaskan bahwa Dia Mahasuci dari segala tuduhan mereka. Sungguh, sangat keji bahwa mereka hanya menginginkan anak laki-laki dan tidak menginginkan anak-anak perempuan.
1. Yatawārā يَتَوَارَى (an-Naḥl/16: 59)
Kata yatawāra adalah fi‘il muḍāri‘ dari kata tawāra-yatawāra-tawāriyan . Terambil dari kata warat al-ibilu yang berarti unta gemuk dan tidak terlihat tulangnya akibat banyak lemak. Darinya terambil kata wāra yang berarti menguburkan, sebagaimana dalam firman Allah Ta‘ala, “Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepada-nya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya.” (al-Mā'idah/5: 31). Kata tersebut juga berarti menutup, sebagaimana dalam firman Allah Ta‘ala, “Pakaian untuk menutupi auratmu…” (al-A‘rāf/7: 26). Kata tawāra-yatawāra-tawāriyan yang disebutkan dalam ayat ini berarti mundur ke belakang sehingga tidak terlihat oleh banyak orang (bersembunyi).
2. Yadussuhū يَدُسُّهُ (an-Naḥl/16: 59)
Kata yadussu adalah fi’il muḍāri‘ dari kata dassa. Secara harfiah ia berarti “menyisipkan ke dalam tanah”. Sebuah ungkapan menyebutkan: الْعِرْقُ دَسَّاسٌ. Secara harfiah ungkapan ini berarti “akar itu menyisip-nyisip ke dalam tanah”, sedangkan makna ungkapan ini adalah bahwa akhlak ayah itu menurun kepada anak. Dalam ayat lain, kata ini berarti mengotori, sebagaimana dalam firman Allah, “Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (asy-Syams/91: 10). Menurut ulama tafsir, makna kata yadussu yang disebut dalam ayat ini adalah mengubur hidup-hidup.














































