Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 107 - Surat An-Naḥl (Lebah)
النّحل
Ayat 107 / 128 •  Surat 16 / 114 •  Halaman 279 •  Quarter Hizb 28.5 •  Juz 14 •  Manzil 3 • Makkiyah

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا عَلَى الْاٰخِرَةِۙ وَاَنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ

Żālika bi'annahumustaḥabbul-ḥayātad-dun-yā ‘alal-ākhirah(ti), wa annallāha lā yahdil-qaumal-kāfirīn(a).

Yang demikian itu disebabkan mereka lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat dan sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.

Makna Surat An-Nahl Ayat 107
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Yang demikian itu, yaitu kemurtadan dan kekafiran mereka, disebabkan karena mereka lebih mencintai dan mengutamakan kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, padahal kehidupan akhirat dengan segala kenikmatannya jauh lebih baik daripada kehidupan dunia, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, dijelaskan sebab-sebab kemurkaan Allah kepada mereka yang benar-benar kembali kepada kekafiran, sesudah beriman. Mereka dianggap lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat dengan segala kenikmatan yang dijanjikan Allah bagi orang-orang yang benar-benar beriman dan sudah teruji keimanannya dengan berbagai cobaan dan fitnah di dunia. Allah tidak akan memberikan hidayah-Nya bagi orang yang murtad, bukan karena terpaksa. Di akhirat mereka mendapatkan siksaan yang pedih.

Allah tidak akan memberi taufik kepada orang yang ingkar kepada ayat-ayatnya, dan orang yang telah sengaja menghilangkan kesediaan jiwanya untuk menerima kebaikan lalu menukarkannya dengan dosa dan kejahatan.

Isi Kandungan Kosakata

Lā Jarama لَا جَرَمَ (an-Naḥl/16: 109)

Ungkapan ini terdiri dari dua kata, yaitu lā dan jarama. Secara bahasa, lā berarti tidak, dan jarama maknanya pemutusan atau kepastian. Dengan demikian, menurut etimologi lā jarama maknanya tidak ada kepastian. Namun demikian, secara terminologis, ada yang berpendapat bahwa lā jarama pada ayat ini mengandung makna “aku bersumpah”, dan bukan “aku tidak bersumpah”, sehingga kata lā di sini tidak diungkap dalam frase tersebut. Ungkapan demikian seperti frase sumpah lā uqsimu pada Surah al-Balad, yang diartikan sebagai aku bersumpah, dan bukan aku tidak bersumpah. Selain itu ada pula yang berpendapat bahwa lā jarama berarti pasti. Dengan makna ini, seakan-akan apa yang diucapkan akan berlanjut terus, sehingga menjadi kenyataan, dan tidak ada yang menghalangi atau memutus perjalanannya menuju kenyataan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto