Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 52 - Surat An-Naḥl (Lebah)
النّحل
Ayat 52 / 128 •  Surat 16 / 114 •  Halaman 272 •  Quarter Hizb 28 •  Juz 14 •  Manzil 3 • Makkiyah

وَلَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَلَهُ الدِّيْنُ وَاصِبًاۗ اَفَغَيْرَ اللّٰهِ تَتَّقُوْنَ

Wa lahū mā fis-samāwāti wal-arḍi wa lahud-dīnu wāṣibā(n), afagairallāhi tattaqūn(a).

Hanya milik-Nya segala apa yang ada di langit dan di bumi serta hanya kepada-Nya ketaatan selama-lamanya. Mengapa kepada selain Allah kamu bertakwa?

Makna Surat An-Nahl Ayat 52
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan ketahuilah, begitu besar kekuasaan Allah atas alam semesta. Milik-Nya meliputi segala apa yang ada di langit dan di bumi, yang kamu ketahui maupun tidak, yang hidup maupun mati, yang besar maupun kecil. Dan hanya kepada-Nyalah kamu beribadah dan menyatakan ketaatan selama-lamanya. Mengapa kamu mesti takut kepada selain Allah, padahal kamu sudah menyaksikan tanda-tanda kekuasaan-Nya?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah swt lalu menjelaskan bahwa semua yang ada di alam ini adalah milik-Nya. Allah tidak membagi kekuasaan-Nya kepada yang lain dalam mengurus segala yang ada di langit dan di bumi. Ia tidak memerlukan pembantu ataupun serikat. Oleh sebab itu, yang berhak ditaati hanyalah Dia. Taat dalam arti yang sebenar-benarnya, ikhlas, dan tidak berkesudahan.

Dengan demikian, tidaklah benar apabila ada manusia yang bertakwa kepada selain-Nya karena tuhan-tuhan itu tidaklah mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan nikmat yang telah ada atau mendatangkan siksa. Oleh karena itu, takwa harus disandarkan hanya kepada Allah.

Isi Kandungan Kosakata

Wāṣibā وَاصِبًا (an-Naḥl/16: 52)

Kata wāṣib adalah isim fā’il (active participle) dari waṣaba—yaṣibu—waṣb an yang berarti tetap. Darinya terambil kata waṣab yang berarti sakit terus-menerus. Dan darinya terambil kata wāṣibah yang berarti padang pasir yang sangat luas. Terdapat beberapa riwayat mengenai makna kata wāṣib yang disebut dalam ayat ini. Menurut Ibnu ‘Abbās, Mujāhid, ‘Ikrimah, Maimun bin Mahran, as-Suddi, Qatadah, dan lain-lainnya, kata ini berarti dā'im(tetap). Dalam riwayat lain, Ibnu ‘Abbās memaknainya wājib(wajib). Selain itu, Mujāhid juga memaknainya khāliṣ (murni), maksudnya seluruh penghuni langit dan bumi beribadah hanya kepada Allah. Namun makna yang lebih kuat adalah “tetap”, karena dalam ayat lain Allah berfirman, “Dan bagi mereka siksaan yang kekal.” (aṣ-Ṣāffāt/37: 9)

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto